Penyelidikan kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, terus bergulir. Kepolisian kini menelusuri secara mendalam sumber makanan yang diduga berasal dari program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (17/9/2025) ini memicu kepanikan para orang tua serta pertanyaan publik terkait standar keamanan pangan di program tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat (19/9/2025), berikut enam poin penting perkembangan kasusnya.
1. Korban Capai 194 Pelajar dari Berbagai Sekolah
Data resmi Polres Garut mencatat total korban mencapai 194 siswa, meliputi pelajar dari jenjang SD, MTs, hingga SMA di wilayah Kadungora.
Sebanyak 177 siswa mengalami gejala ringan dan sudah diperbolehkan pulang, sementara 19 siswa sempat menjalani perawatan intensif di UPT Puskesmas Kadungora.
2. Seluruh Korban Konsumsi Menu dari Program MBG
Hasil penyelidikan awal menunjukkan seluruh siswa yang mengalami gejala serupa diketahui menyantap makanan yang didistribusikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program yang bertujuan meningkatkan gizi pelajar ini justru menjadi fokus penyelidikan karena diduga terkait langsung dengan kejadian tersebut.
3. Polisi Amankan Sisa Makanan sebagai Barang Bukti
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Garut bersama Polsek Kadungora segera mengamankan sejumlah sisa makanan dari menu MBG yang dikonsumsi korban, meliputi nasi, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan.
Barang bukti ini menjadi kunci utama untuk menentukan sumber kemungkinan kontaminasi.
4. Sampel Dikirim ke Laboratorium untuk Uji Toksikologi
Kapolres Garut AKBP Adi Nugroho menegaskan bahwa seluruh sampel makanan telah dikirim ke laboratorium terakreditasi di Bandung untuk menjalani uji toksikologi dan mikrobiologi.
“Prioritas kami adalah memastikan penyebab pasti insiden ini. Kami tidak akan berspekulasi sebelum hasil laboratorium keluar. Hasil tersebut akan menentukan langkah hukum berikutnya,” ujar AKBP Adi Nugroho, dikutip dari laman bandung.kompas.com, Jumat (19/9/2025).
5. Rantai Pasok MBG Jadi Fokus Penelusuran
Polisi juga menelusuri seluruh rantai pasok (supply chain) MBG di wilayah Garut, mencakup penyedia katering, pengadaan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah.
Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi titik kemungkinan kontaminasi makanan terjadi sebelum dikonsumsi para siswa.
6. Dinas Kesehatan Pastikan Pemulihan Total Korban
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut memastikan seluruh korban mendapat perawatan optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Garut dr. Asep Hidayat menyebut sebagian besar siswa sudah pulih, namun ada beberapa yang masih membutuhkan pengawasan medis.
“Kami memprioritaskan pemulihan total pasien. Dampak dehidrasi cukup serius bagi sebagian siswa, dan kami pastikan mereka mendapat perawatan hingga benar-benar sembuh,” jelas dr. Asep.