28 December 2025, 15:43

Kapal Wisata Tenggelam di Pulau Padar, Basarnas Tegaskan Pelatih Valencia dan 3 Anaknya Masih Dicari

Operasi pencarian korban kapal wisata yang tenggelam di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,976
Kapal Wisata Tenggelam di Pulau Padar, Basarnas Tegaskan Pelatih Valencia dan 3 Anaknya Masih Dicari
Tim SAR gabungan saat menemukan serpihan kapal wisata KM Putri Sakinah yang mengalami kecelakaan kapal di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/12/2025).

Perspektif.co.id - Operasi pencarian korban kapal wisata yang tenggelam di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki hari ketiga pada Minggu (28/12/2025). Empat penumpang yang masih hilang—pelatih tim putri cadangan Valencia CF (Valencia CF Femenino B) Fernando Martín Carreras beserta tiga anaknya—hingga kini belum dinyatakan meninggal dunia oleh otoritas SAR di Indonesia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menegaskan status keempat korban masih “dalam pencarian”. “Korban masih dalam pencarian. Belum ada status meninggal,” kata Fathur Rahman, Minggu (28/12/2025).

Pernyataan senada juga disampaikan Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto. Dalam perjalanan menuju lokasi operasi menggunakan kapal negara patroli, ia menegaskan status korban belum berubah. “Masih dalam pencarian,” ujar Stephanus. 

Insiden ini terjadi pada Jumat (26/12/2025) malam di Selat Pulau Padar. Kapal pinisi yang ditumpangi keluarga tersebut dilaporkan tenggelam setelah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Menurut keterangan yang dirangkum otoritas setempat, kapal baru menempuh perjalanan sekitar 30 menit sebelum diterjang gelombang dan karam. 

Total ada 11 orang di kapal wisata tersebut: enam wisatawan (satu keluarga), empat kru, dan seorang pemandu lokal. Tujuh orang berhasil dievakuasi selamat, termasuk istri Fernando Martín Carreras dan satu anak perempuan. Sementara Fernando Martín Carreras bersama tiga anaknya (dua laki-laki dan satu perempuan) dinyatakan hilang dan menjadi fokus operasi pencarian. 

Di lapangan, cuaca dan kondisi perairan disebut menjadi tantangan utama. AP melaporkan gelombang kuat dan situasi gelap menghambat respons awal, sementara pencarian sempat dihentikan sementara pada Sabtu malam karena cuaca buruk dan jarak pandang yang minim, lalu dilanjutkan kembali keesokan harinya. 

Pada hari ketiga operasi, dukungan armada diperkuat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan empat kapal untuk membantu pencarian di sekitar Pulau Padar. “Hari ini Kemenhub kirim 3 kapal dan nanti akan turun RIB KPLP (total empat kapal). Kami personel 23 orang,” kata Stephanus Risdiyanto saat berada di perairan Pulau Padar. 

Salah satu armada yang dikerahkan adalah Kapal Negara Patroli (KNP) Grantin. Selain itu, Kemenhub juga menurunkan speed patroli KSOP, RBB KSOP, serta RIB KPLP. Armada tersebut turut membawa logistik untuk tim SAR gabungan yang menginap di Pulau Padar selama operasi berlangsung. Operasi juga didukung unsur lain, termasuk RIB milik Lanal Labuan Bajo serta personel tambahan dari Polairud Polres Manggarai Barat. 

Fathur Rahman menjelaskan penyisiran dilakukan sejak pagi dengan memperluas area pencarian. Dalam laporan yang mengutip otoritas pencarian, radius operasi disebut diperlebar hingga sekitar 5,25 nautical mile dari titik kejadian. Ia menyampaikan harapan korban bisa segera ditemukan. “Semua Tim SAR Gabungan hari ini terus melaksanakan pencarian, semoga korban segera kita temukan,” ujar Fathur. 

Secara aturan, operasi SAR untuk korban hilang memiliki batas waktu pelaksanaan. Basarnas menyebut operasi pencarian dan pertolongan dilakukan paling lama tujuh hari. Operasi bisa diperpanjang bila ada tanda-tanda korban akan ditemukan, bahkan dapat dibuka kembali jika sebelumnya dihentikan namun muncul petunjuk baru. 

Di sisi lain, peristiwa ini juga menyedot perhatian internasional setelah klub di Spanyol menyampaikan duka. Reuters melaporkan Valencia CF menyatakan sangat berduka atas kabar meninggalnya Fernando Martín Carreras dan tiga anaknya dalam kecelakaan kapal di Indonesia, dengan keterangan bahwa informasi itu “dikonfirmasi otoritas setempat”. Real Madrid juga menyampaikan belasungkawa.

Namun, otoritas pencarian di Indonesia menekankan bahwa status resmi keempat korban pada saat operasi berjalan masih “hilang dan dalam pencarian”. Reuters juga mencatat Fathur Rahman mengatakan pencarian masih berlanjut pada Minggu pagi. Dengan demikian, publik kini melihat dua hal berjalan bersamaan: ucapan duka dari klub sepak bola yang merujuk pada konfirmasi otoritas lokal, sementara tim SAR gabungan di lapangan masih melakukan operasi pencarian dan belum menetapkan status meninggal terhadap korban yang belum ditemukan. 

Insiden terjadi di kawasan Pulau Padar yang berada dalam Taman Nasional Komodo, salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia dan tercatat sebagai situs warisan dunia UNESCO. Kawasan Labuan Bajo dan perairan sekitarnya dikenal menjadi magnet wisata bahari, mulai dari trip kapal, snorkeling, hingga trekking. AP menuliskan operasi pencarian melibatkan beberapa unsur, termasuk kapal angkatan laut dengan peralatan selam, kapal penyelamat, perahu karet, serta bantuan nelayan dan warga setempat, dengan fokus area pencarian sekitar radius 5 nautical mile dari lokasi tenggelam, di mana serpihan kapal juga ditemukan. 

Hingga Minggu siang, operasi SAR masih berjalan, dengan Basarnas dan KSOP meminta masyarakat mengikuti informasi resmi serta memberi ruang bagi tim gabungan untuk bekerja di tengah dinamika cuaca perairan Komodo yang bisa berubah cepat. 

Berita Terkait