06 March 2026, 13:20

Iran Umumkan 1.230 Tewas Imbas Gempuran AS-Israel

Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah, menyebut sedikitnya 1.230 orang tewas

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
603
Iran Umumkan 1.230 Tewas Imbas Gempuran AS-Israel
Pemakaman korban serangan AS-Israel di Iran / Doc : Istimewa

Teheran, Perspektif.co.id - Otoritas Iran melaporkan korban jiwa akibat rentetan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah menembus lebih dari 1.200 orang sejak akhir pekan lalu. Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah, menyebut sedikitnya 1.230 orang tewas dan dinyatakan sebagai “martir” sejak Sabtu (28/2/2026) waktu setempat, saat Washington dan Tel Aviv disebut melancarkan serangan skala besar ke wilayah Iran.

AS dan Israel mengklaim operasi mereka mengincar aset militer Iran, mulai dari sistem rudal, angkatan laut, hingga lokasi komando dan kendali. Namun media pemerintah Iran, Press TV, menyatakan serangan terkoordinasi tersebut justru banyak menghantam kawasan sipil di Teheran dan sejumlah kota lain, termasuk fasilitas publik dan area permukiman yang padat.

Dalam gelombang serangan awal, Iran juga menyebut pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas bersama sejumlah komandan militer berpangkat tinggi. Sejak itu, dalam kurun kurang dari sepekan, serangan udara dilaporkan terus menghantam berbagai sasaran yang diklaim berada di luar target militer, termasuk sekolah, rumah sakit, fasilitas olahraga, situs warisan budaya, hingga lingkungan permukiman. Di berbagai wilayah, warga Iran pun menggelar pemakaman untuk ratusan korban tewas, baik di ibu kota Teheran maupun kota-kota lainnya.

Sejumlah pejabat senior Iran menilai serangan terhadap fasilitas sipil dan lokasi budaya merupakan pelanggaran berat. Mereka menyebut setiap serangan yang dilakukan secara sengaja terhadap situs-situs sipil dan warisan budaya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional dan kejahatan perang yang tak terbantahkan,” seiring Teheran menguatkan narasi bahwa operasi gabungan AS-Israel telah melampaui batas legitimasi perang.

Sebagai respons, Iran membalas dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar target di Israel serta pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak memiliki opsi lain kecuali melakukan pembelaan diri menghadapi serangan militer gabungan, seraya menekankan kepada para pemimpin regional bahwa Iran tetap menghormati kedaulatan negara-negara lain di kawasan.

Berita Terkait