JAKARTA, Perspektif.co.id - Perang di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menyatakan siap menghadapi konflik jangka panjang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menegaskan Teheran sudah bersiap untuk “perang berkepanjangan” dan dalam waktu dekat akan memperkenalkan generasi baru persenjataan strategis yang disebut belum pernah terlihat di medan perang.
Naeini menyampaikan pernyataan itu di tengah rangkaian serangan yang disebut berada di bawah Operasi “Janji Sejati 4”. Ia menekankan gelombang serangan yang telah dilakukan sampai saat ini baru memakai sebagian kecil dari kemampuan Iran. Dalam pernyataan yang dikutip media Iran, ia menyatakan, “Inisiatif dan senjata baru Iran sebentar lagi,” sembari memperingatkan bahwa teknologi tersebut belum dikerahkan dalam skala besar dan musuh diminta bersiap menghadapi gelombang serangan berikutnya.
Pernyataan tersebut bertepatan dengan laporan peluncuran serangan rudal Khayber ke wilayah Tel Aviv, Israel, yang memicu dentuman keras dan gelombang ledakan. Laporan dari lapangan menyebut petugas pemadam kebakaran bergerak memadamkan api pada sebuah gedung perumahan di sekitar area dekat pusat komersial wilayah yang diduduki Israel. Di sisi lain, narasi eskalasi juga dihubungkan dengan meluasnya operasi Israel terhadap Hizbullah, kelompok yang didukung Teheran, dan rangkaian ketegangan yang menyeret aktor-aktor regional ke pusaran konflik.
Stasiun televisi pemerintah Iran dilaporkan menyatakan Teheran menembakkan rudal “ke sasaran di jantung Tel Aviv,” setelah militer Israel menyebut sedang berupaya mencegat tembakan Iran yang datang pada Kamis (5/3) malam waktu setempat. Wartawan AFP di Tel Aviv, sebagaimana dikutip berbagai laporan media, melaporkan dua gelombang ledakan yang terdengar nyaris bersamaan di beberapa titik kota, sementara jejak roket terlihat menerangi langit di Netanya, kota di utara Tel Aviv di pesisir Mediterania.
Meski ledakan dilaporkan menggetarkan kota, layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), menyatakan timnya telah mendatangi beberapa lokasi yang dilaporkan terdampak dan tidak menemukan korban jiwa. Polisi Israel juga menyebut tengah menangani lokasi jatuhnya rudal di wilayah Israel bagian tengah, seraya menambahkan ada kerusakan namun tidak ada laporan korban luka.