TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Nvidia resmi menggebrak panggung Computex 2026 di Taipei dengan memperkenalkan inovasi radikal bernama RTX Spark, sebuah superchip berbasis arsitektur Arm yang dirancang untuk mendefinisikan ulang masa depan personal computer (PC) di era agen AI. Kolaborasi strategis antara Nvidia dan Microsoft ini menghadirkan perangkat keras dengan performa 1 petaflop yang mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan, grafis kelas berat, dan efisiensi daya dalam satu kemasan tipis, menjadikan perangkat portabel setara dengan stasiun kerja berperforma tinggi.
Dalam debutnya, chip ini memadukan CPU 20-core Nvidia Grace dengan GPU berbasis arsitektur Blackwell yang memiliki 6.144 CUDA cores, yang didukung hingga 128GB unified memory untuk menjalankan model AI skala besar secara lokal. Teknologi ini memungkinkan pengguna melakukan tugas berat seperti merender skenario 3D 90GB, mengedit video 12K, hingga menjalankan LLM 120 miliar parameter, sambil tetap mampu melibas game AAA di resolusi 1440p pada frame rate di atas 100 FPS berkat dukungan DLSS 4.5 dan teknologi Reflex.
"PC sedang diciptakan kembali. Selama empat puluh tahun, Anda meluncurkan aplikasi. Klik. Ketik. Dengan RTX Spark dan Microsoft Windows, Anda cukup bertanya, dan PC akan melakukan pekerjaan tersebut," ujar Jensen Huang, pendiri dan CEO Nvidia, dalam pidato utamanya yang menegaskan pergeseran paradigma dari alat (tool) menjadi rekan kerja (teammate).
Perangkat yang ditenagai RTX Spark dijadwalkan meluncur pada musim gugur tahun ini melalui kemitraan dengan manufaktur besar seperti ASUS, Dell, HP, Lenovo, Microsoft Surface, dan MSI. Dengan estimasi harga yang diprediksi menembus angka sekitar $4.000 atau setara dengan Rp63.000.000 (asumsi kurs Rp15.750 per USD), perangkat ini menyasar segmen premium yang membutuhkan kekuatan komputasi agen AI lokal tanpa mengorbankan portabilitas desain chassis aluminium yang ramping.
Langkah ini juga menjawab kebutuhan keamanan, di mana Nvidia menyertakan Nvidia OpenShell dan primitif keamanan Windows terbaru untuk menjamin privasi pengguna saat menjalankan agen AI pribadi secara lokal. Dukungan dari pengembang kreatif seperti Adobe, Blackmagic Design, hingga Blender juga telah dipastikan sejak hari pertama guna memastikan transisi ke ekosistem Arm-based Windows ini berjalan mulus bagi para profesional kreatif di seluruh dunia.