16 November 2025, 22:13

Hujan Lebat & Angin Kencang, Perkiraan Cuaca Jabodetabek 17 November 2025

BMKG memprediksi hujan lebat hingga angin kencang melanda Jabodetabek pada 17 November 2025. Warga diminta waspada potensi genangan, petir, dan cuaca ekstrem.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
2,752
Hujan Lebat & Angin Kencang, Perkiraan Cuaca Jabodetabek 17 November 2025
Info cuaca. Ilustrasi Cuaca Jabodetabek.

Perspektif.co.id - Jabodetabek kembali bersiap menghadapi cuaca ekstrem. Berdasarkan laporan dinamika atmosfer terbaru, BMKG memproyeksikan hujan intensitas sedang hingga lebat akan melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada Senin, 17 November 2025. 

Kondisi ini dipicu oleh rangkaian fenomena atmosfer yang masih aktif di Indonesia, terutama gelombang Rossby, gelombang Kelvin, MJO, serta sirkulasi siklonik yang mendorong pertumbuhan awan konvektif secara signifikan.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Indonesia mencatat hujan sangat lebat, bahkan tembus di atas 100 mm/hari. BMKG menilai pola tekanan udara, suplai uap air dari Samudra Hindia dan Pasifik, ditambah aliran massa udara dingin dari Asia, menyebabkan atmosfer Indonesia berada dalam kondisi sangat labil. Situasi ini meningkatkan potensi terbentuknya awan petir, hujan deras dalam durasi singkat, serta angin kencang.

Untuk 17 November 2025, BMKG memproyeksikan Jabodetabek berada di jalur peningkatan awan hujan dengan risiko cuaca ekstrem. Secara umum, cuaca diperkirakan berawan sejak pagi, kemudian berkembang menjadi hujan intensitas sedang hingga lebat pada siang hingga malam hari.

Berikut rangkuman prakiraan cuaca Jabodetabek :

  • Pagi hari: berawan di sebagian besar wilayah Jakarta, Depok, dan Bekasi.
  • Siang hari: hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, Tangerang Selatan, dan Bekasi.
  • Sore – malam: potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang meningkat di seluruh Jabodetabek.

Wilayah yang paling berisiko mengalami hujan lebat: Jakarta Selatan, Bogor, Depok, dan Tangerang Selatan.

Risiko genangan dan longsor lokal meningkat pada wilayah dengan kontur curam, terutama di Bogor dan Depok.

Kondisi ini sejalan dengan analisis atmosfer BMKG yang mencatat adanya pengaruh gelombang Kelvin dan Rossby secara bersamaan di sekitar Jawa bagian barat. Ditambah dengan adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Jawa, proses pembentukan awan konvektif menjadi lebih intens dan meluas.

Dengan mempertimbangkan seluruh kondisi tersebut, BMKG kembali mengimbau warga Jabodetabek untuk meningkatkan kewaspadaan. Genangan cepat, cuaca berubah tiba-tiba, hingga angin kencang berpotensi mengganggu aktivitas harian maupun perjalanan pulang–pergi selama awal pekan.

 Masyarakat dianjurkan memeriksa kondisi saluran air di sekitar rumah, menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho ketika hujan badai terjadi, serta memantau update cuaca resmi.

Di tengah dinamika cuaca yang tidak menentu, kewaspadaan menjadi kunci agar risiko dapat diminimalkan. Informasi cuaca BMKG harus terus dipantau, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada Senin mendatang.***

Berita Terkait