Perspektif.co.id - Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, mendorong kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa. Pada Jumat (23/1/2026) siang, Bendung Katulampa Bogor tercatat berstatus Siaga 3 setelah TMA mencapai 110 sentimeter.
Petugas Bendung Katulampa, Andi Sudirman, menyebut ketinggian air terpantau pada pukul 13.00 WIB dengan kondisi cuaca masih hujan. “Per pukul 13.00 WIB TMA Ciliwung 110 cm, status siaga 3, cuaca hujan,” kata Andi.
Menurut Andi, kenaikan TMA sudah terlihat sejak pagi hari seiring hujan di wilayah hulu. Pada pukul 08.00 WIB, TMA Ciliwung tercatat 60 sentimeter dan masih berada pada status Siaga 4. Ketinggian air kemudian naik menjadi 80 sentimeter pada pukul 10.23 WIB.
Kenaikan berlanjut menjelang siang. TMA Ciliwung tercatat 90 sentimeter pada pukul 11.00 WIB dan status berubah menjadi Siaga 3. Selanjutnya, pada pukul 12.00 WIB ketinggian air mencapai 100 sentimeter dengan status tetap Siaga 3, sebelum kembali meningkat menjadi 110 sentimeter pada pukul 13.00 WIB. “Peningkatan mulai tadi pagi seiring dengan kondisi hujan di kawasan Puncak dan sekitarnya,” ujar Andi.
Data pemantauan juga menunjukkan pergerakan muka air bersifat dinamis setelah siang. Sistem Peringatan Dini Banjir milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta mencatat tinggi air di Bendung Katulampa 2 berada di angka 107 sentimeter pada 23/01/2026 pukul 14.10 WIB, menandakan fluktuasi setelah sempat menyentuh 110 sentimeter sebelumnya.
Peningkatan muka air di Katulampa biasanya menjadi indikator yang dipantau untuk membaca potensi kenaikan debit di wilayah hilir aliran Ciliwung. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai dan wilayah rawan genangan diimbau tetap waspada, terutama selama hujan masih terjadi di kawasan hulu dan sekitarnya.