15 January 2026, 00:25

Hilang 17 Hari, Pendaki Syafiq Ali Ditemukan Meninggal di Tebing Kawah Gunung Slamet

Pendaki Gunung Slamet yang sempat dilaporkan hilang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
1,164
Hilang 17 Hari, Pendaki Syafiq Ali Ditemukan Meninggal di Tebing Kawah Gunung Slamet
Foto: Dok. Relawan Pencarian Pendakian Gunung Slamet

Perspektif.co.id - Pendaki Gunung Slamet yang sempat dilaporkan hilang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad Syafiq—yang akrab disapa Ali—ditemukan berada di tebing kawah dengan jarak yang diperkirakan sekitar 50 meter dari puncak Gunung Slamet. 

Informasi penemuan tersebut disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pemkot Magelang, Rabu (14/1/2026). Catur menegaskan lokasi temuan bukan di dasar kawah, melainkan masih berada di tebing kawah. “Jadi tidak di bawah kawah, tapi masih ada di tebing kawah (ada fotonya),” kata Catur.

Ia melanjutkan, posisi jasad Ali dilaporkan terbaring dan berada pada kedalaman kurang lebih puluhan meter dari puncak. “Kita infokan kepada teman-teman media, dalam posisi terbaring, dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kedalaman kurang lebih dari puncaknya sekitar 50 meteran,” ujarnya. 

Dalam jumpa pers itu, Catur didampingi unsur terkait, mulai dari Dinas Sosial, BPBD, camat, lurah, hingga Dinas Kesehatan. Menurutnya, kabar penemuan pendaki yang hilang selama 17 hari tersebut diterima Pemkot Magelang pada pukul 10.30 WIB dari tim SAR yang berada di area puncak. “Alhamdulillah, sekitar pukul 10.30 WIB, kami menerima informasi langsung dari tim SAR yang ada di puncak. Alhamdulillah, survivor Mas Ali, putra Pak Dhani dan Mbak Tari, sudah diketemukan,” kata Catur. 

Meski menyebut “survivor”, Catur memastikan kondisi Ali sudah meninggal dunia saat ditemukan. Proses berikutnya difokuskan pada evakuasi dan pemulangan jenazah, mengingat lokasi temuan berada di area yang sulit dijangkau dan membutuhkan prosedur keselamatan yang ketat. 

Catur memperkirakan jenazah Ali baru akan tiba di basecamp Dipajaya sekitar 15 jam setelah informasi penemuan diterima. Pada saat yang sama, pihaknya mengaku telah menjalin koordinasi dengan Pemkab Pemalang dan Kalak BPBD Kabupaten Pemalang terkait rencana pemulangan jenazah ke Magelang.

Selain koordinasi lintas daerah, Pemkot Magelang juga menyiapkan dukungan personel untuk membantu proses pengawalan. Catur menyebut, pihak terkait di Pemalang bersedia membantu pengantaran hingga ke Magelang kapan pun dibutuhkan. “Beliau sanggup mengantar jenazah ini sampai ke Kota Magelang. Jam berapa pun. Kami juga sudah mengirim, sudah berangkat tim dari Kota Magelang dari BPBD dan PMI (berjalan menuju Pemalang) untuk membantu atau pengawalan dari Pemalang ke Magelang,” ujarnya. 

Berita Terkait