22 November 2025, 14:12

Gibran Getarkan Johannesburg: Umumkan Langkah Berani Soal Investasi & Bebas Visa di Forum CEO Afrika 2025!

ISA-HLBC direncanakan digelar setiap tahun secara bergilir antara Johannesburg dan Jakarta sebagai sarana memperdalam sinergi ekonomi strategis.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,736
Gibran Getarkan Johannesburg: Umumkan Langkah Berani Soal Investasi & Bebas Visa di Forum CEO Afrika 2025!
Foto: Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menghadiri Indonesia–Africa CEO Forum 2025 yang berlangsung di Saxon Hotel, Johannesburg, Jumat (21/11/2025)

Perspektif.co.id - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tampil di panggung internasional dengan membahas investasi hingga kebijakan bebas visa pada Indonesia-Africa CEO Forum 2025 yang digelar di Saxon Hotel, Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (21/11/2025). Ajang ini berlangsung bersamaan dengan rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bisnis Indonesia dengan negara-negara Afrika Selatan.

Forum prestisius ini sekaligus menandai peluncuran perdana Indonesia-South Africa High-Level Business Council (ISA-HLBC), sebuah wadah kerja sama yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dan investor kedua negara untuk mempercepat implementasi proyek prioritas lintas sektor. ISA-HLBC direncanakan digelar setiap tahun secara bergilir antara Johannesburg dan Jakarta sebagai sarana memperdalam sinergi ekonomi strategis.

Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai urgensi memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia, terutama dengan negara-negara Global South. Pemerintah menargetkan percepatan kerja sama strategis pada sektor energi, pertahanan, infrastruktur, hingga rantai pasok manufaktur melalui kemitraan konkret antara sektor publik dan swasta.

Dalam pidatonya, Gibran menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Afrika Selatan dan seluruh pihak yang menginisiasi platform kolaborasi tersebut. Ia menggarisbawahi bahwa hubungan Indonesia dengan Afrika Selatan telah terbangun sejak Konferensi Asia-Afrika 1955 dan kini memasuki fase baru yang lebih progresif di bidang ekonomi.


“Pertemuan ini adalah langkah besar untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi ekonomi antara kedua negara,” ujar Gibran dalam keterangan resmi.

Wapres menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap kemitraan strategis lintas sektor — termasuk energi, industri pertahanan, teknologi, dan pembangunan rantai pasok global — semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

“Dengan kolaborasi, ekonomi yang sedang tumbuh dapat mengubah masa depan secara lebih adil dan inklusif,” tegasnya.

Gibran juga menyoroti keputusan kedua negara dalam mengimplementasikan kebijakan bebas visa sebagai bentuk nyata komitmen mempercepat interaksi ekonomi dan perdagangan.


“Dengan kebijakan bebas visa, mobilitas pelaku usaha, investor, dan masyarakat akan semakin mudah, dan ini akan membuka peluang baru yang lebih besar bagi kedua negara,” paparnya.

Mengakhiri pidato, Gibran memastikan kesiapan pemerintah dalam mendukung seluruh pelaku usaha dari Indonesia dan Afrika Selatan guna menindaklanjuti kesepakatan bisnis yang lahir dari forum tersebut.
“Afrika adalah masa depan, dan Indonesia ingin membangun masa depan bersama Afrika,” ungkapnya.

Dari sisi Afrika Selatan, Director General Department of Trade, Industry and Competition, Simphiwe Hamilton — mewakili Minister Trade, Industry and Competition Parks Franklyn Mphou Tau — menilai forum ini bukan sekadar ajang pertemuan pelaku industri.


“Forum ini bukan hanya pertemuan bisnis, tetapi sinyal kuat bahwa kolaborasi Indonesia dan Afrika Selatan bergerak menuju kemitraan strategis yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan pembangunan bagi kedua wilayah,” tutur Hamilton.

Melalui forum ini, kedua negara diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi bilateral, membuka peluang perdagangan baru, dan menguatkan posisi Indonesia serta Afrika Selatan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan Global South.

Berita Terkait