22 November 2025, 14:25

Gibran “Afrika adalah Masa Depan” di Forum CEO Indonesia–Afrika, Beberkan Bebas Visa dan Peluang Investasi

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali mencuri perhatian di panggung global setelah menghadiri Indonesia-Africa CEO Forum 2025 di Saxon Hotel.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,747
Gibran “Afrika adalah Masa Depan” di Forum CEO Indonesia–Afrika, Beberkan Bebas Visa dan Peluang Investasi
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming dan Menteri Listrik dan Energi Afrika Selatan Kgosientsho Ramokgopa di Bandar Udara Internasional O.R. Tambo, Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (21/11/2025)

Perspektif.co.id - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali mencuri perhatian di panggung global setelah menghadiri Indonesia-Africa CEO Forum 2025 di Saxon Hotel, Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (21/11/2025). Forum bisnis tingkat tinggi ini digelar bersamaan dengan rangkaian KTT G20 dan menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk memperluas jejaring ekonomi sekaligus membuka peluang investasi lintas benua.

Pertemuan ini menjadi momentum penting lantaran juga menandai peluncuran Indonesia-South Africa High-Level Business Council (ISA-HLBC), mekanisme yang akan menjembatani pemerintah dan pelaku industri dari kedua negara untuk mempercepat implementasi proyek prioritas. Forum tersebut diproyeksikan berlangsung setiap tahun secara bergilir antara Johannesburg dan Jakarta guna memastikan kesinambungan kerja sama ekonomi.

Agenda ini digelar sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan diplomasi ekonomi sebagai prioritas nasional menuju percepatan pertumbuhan. Pemerintah menargetkan pembentukan kemitraan strategis dalam sektor energi, pertahanan, infrastruktur, dan rantai pasok industri melalui sinergi antara sektor publik dan swasta.

Dalam pidato resminya, Gibran menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Afrika Selatan serta mitra industri yang telah menjadi penggerak terbentuknya platform bisnis tersebut. Ia menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Afrika Selatan telah terbangun sejak Konferensi Asia-Afrika 1955 dan kini berkembang menjadi kemitraan ekonomi yang semakin substansial.

“Pertemuan ini adalah langkah besar untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi ekonomi antara kedua negara,” ujar Gibran.

Ia menambahkan bahwa penguatan kolaborasi di bidang energi, teknologi, industri pertahanan, dan rantai pasok global menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
“Dengan kolaborasi, ekonomi yang sedang tumbuh dapat mengubah masa depan secara lebih adil dan inklusif,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga membeberkan kebijakan baru terkait bebas visa sebagai penanda keseriusan kedua negara mengakselerasi mobilitas pelaku bisnis dan investor.
“Dengan kebijakan bebas visa, mobilitas pelaku usaha, investor, dan masyarakat akan semakin mudah, dan ini akan membuka peluang baru yang lebih besar bagi kedua negara,” tuturnya.

Menutup pidatonya, Gibran memastikan kesiapan pemerintah Indonesia dalam mendukung dunia bisnis kedua negara untuk mengeksekusi kesepakatan yang tercapai dari forum internasional ini.
“Afrika adalah masa depan, dan Indonesia ingin membangun masa depan bersama Afrika,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Director General Department of Trade, Industry and Competition Afrika Selatan, Simphiwe Hamilton, yang mewakili Menteri Trade, Industry and Competition Parks Franklyn Mphou Tau, menilai forum ini merupakan langkah strategis menuju kemandirian ekonomi negara-negara Global South.
“Forum ini bukan hanya pertemuan bisnis, tetapi sinyal kuat bahwa kolaborasi Indonesia dan Afrika Selatan bergerak menuju kemitraan strategis yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan pembangunan bagi kedua wilayah,” kata Hamilton.

Dengan terlaksananya forum ini, kerja sama Indonesia–Afrika Selatan diharapkan mampu mempercepat penanaman modal, memperluas peluang perdagangan, dan memperkuat posisi kedua negara sebagai kekuatan ekonomi baru di kawasan Global South.

Berita Terkait