07 January 2026, 23:22

Demo Membesar, Australia Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran

Pemerintah Australia mengeluarkan imbauan agar warganya segera meninggalkan Iran di tengah gelombang demonstrasi besar yang disertai kekerasan

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,103
Demo Membesar, Australia Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
Demonstrasi di Iran (Foto: DW News)

Perspektif.co.id - Pemerintah Australia mengeluarkan imbauan agar warganya segera meninggalkan Iran di tengah gelombang demonstrasi besar yang disertai kekerasan dan berpotensi meningkat tanpa peringatan. Peringatan itu tertuang dalam pembaruan travel advice yang menekankan kondisi keamanan di Iran sedang tidak stabil, seiring memburuknya situasi di sejumlah kota dalam beberapa hari terakhir. 

Dalam imbauan tersebut, pemerintah Australia menyatakan, “Jika Anda berada di Iran, Anda harus segera pergi,” sembari mengingatkan adanya “protes kekerasan yang sedang berlangsung di seluruh negeri” dan kemungkinan eskalasi lebih lanjut. Pihak berwenang juga meminta warganya menghindari kerumunan dan aksi unjuk rasa, serta mengikuti arahan otoritas setempat. 

Aksi protes di Iran dilaporkan bermula pada 28 Desember 2025 ketika para pedagang di Teheran menutup toko sebagai bentuk protes terkait tekanan biaya hidup serta kondisi ekonomi yang kian sulit. Dalam perkembangannya, unjuk rasa menyebar ke wilayah lain, termasuk kawasan barat yang dihuni minoritas Kurdi dan Lor, dan memicu respons keamanan yang lebih keras di sejumlah titik.

Organisasi non-pemerintah Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia menyebut tindakan aparat telah menewaskan sedikitnya 27 demonstran dalam 10 hari awal gelombang protes, termasuk lima orang di bawah usia 18 tahun. Sementara laporan lain menyebut jumlah korban jiwa terkait kekerasan dalam rangkaian demonstrasi bisa lebih tinggi, meski angka pastinya masih terus berubah seiring situasi di lapangan.

Otoritas Iran juga menyebut ada korban dari pihak aparat keamanan. Salah satunya dilaporkan seorang polisi tewas ditembak dalam insiden terbaru, di saat penyelidikan dan penindakan terhadap kerusuhan terus berjalan.

Di sisi Australia, pemerintah mengingatkan risiko penahanan dapat meningkat, termasuk terhadap warga berkewarganegaraan ganda. Karena itu, warga Australia yang masih berada di Iran diminta segera menyusun rencana keluar dan memantau pembaruan informasi resmi, mengingat dinamika keamanan yang bisa berubah cepat. 

Berita Terkait