27 January 2026, 20:10

AS-Israel “Siap Serang Iran” Jika Perlu: Usai Pertemuan CENTCOM di Tel Aviv, Trump Klaim Armada AS “Lebih Besar dari Ven

Amerika Serikat dan Israel disebut mencapai pemahaman untuk bersiap melakukan serangan ke Iran jika situasi menuntut.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,066
AS-Israel “Siap Serang Iran” Jika Perlu: Usai Pertemuan CENTCOM di Tel Aviv, Trump Klaim Armada AS “Lebih Besar dari Ven
Ilustrasi (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun/File Photo Acquire Licensing Rights)

Perspektif.co.id - Amerika Serikat dan Israel disebut mencapai pemahaman untuk bersiap melakukan serangan ke Iran jika situasi menuntut. Informasi itu mencuat setelah Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper menggelar pertemuan dengan pejabat senior militer Israel di Tel Aviv pada Minggu (26/1/2026) waktu setempat, membahas sejumlah isu termasuk perkembangan terkait Iran. 

Menurut laporan Channel 14 yang dikutip media Middle East Monitor, para pejabat yang hadir dalam pertemuan itu disebut memiliki pandangan sejalan dan sepakat melanjutkan kerja sama erat antarkedua militer. Dalam pembahasan tersebut, pihak AS disebut menekankan bahwa kesiapan penuh terkait Iran membutuhkan waktu dan persiapan, namun Washington tetap siap mengambil tindakan spesifik bila diperlukan. 

Masih merujuk rangkaian laporan itu, Cooper disebut memandang opsi operasi terhadap Iran akan bertumpu pada eksekusi yang cepat, mendadak, dan “bersih”. Ada pula narasi bahwa perubahan rezim di Iran dipandang sebagai kebutuhan utama oleh sebagian pejabat AS, dengan dugaan target serangan—bila terjadi—akan mengarah kepada pihak yang dinilai bertanggung jawab atas tindakan melukai warga sipil dan demonstran. 

Di sisi lain, Cooper juga ditegaskan menyampaikan komitmen AS untuk melindungi sekutu-sekutunya di Timur Tengah, termasuk Israel. Channel 14, sebagaimana dikutip dalam laporan yang beredar, menyebut Washington tidak ingin melihat sekutunya “terluka” dalam eskalasi kawasan.

Ketegangan ini berlangsung bersamaan dengan peningkatan postur militer AS di kawasan. Kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan telah memasuki wilayah Timur Tengah pada Senin (26/1/2026) waktu setempat, menambah daya gentar AS di kawasan di tengah memburuknya situasi Iran. Sejumlah laporan menyebut kehadiran kapal induk dan kapal-kapal pendampingnya memperluas opsi respons AS, dari perlindungan pasukan hingga kemungkinan operasi militer jika diputuskan Gedung Putih. 

CENTCOM dalam unggahan di media sosial X menyatakan kelompok tempur kapal induk itu “saat ini dikerahkan ke Timur Tengah untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional.” Pernyataan ini ikut memperkuat sinyal bahwa Washington sedang menyiapkan perangkat militer sebagai bagian dari pesan pencegahan (deterrence) kepada Teheran. 

Di tengah dinamika tersebut, Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan yang kembali memantik perhatian. Trump mengatakan “armada besar” telah dikerahkan dekat Iran, bahkan ia membandingkannya dengan pengerahan aset militer AS ke sekitar Venezuela di masa lalu. “Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela,” kata Trump dalam wawancara dengan Axios, sebagaimana dikutip sejumlah media. 

Namun pada saat yang sama, Trump juga menyebut situasi terkait Iran “sedang berubah-ubah” dan mengklaim Teheran menunjukkan minat untuk meraih kesepakatan dengan Washington. “Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya mengetahui itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berdialog,” ujar Trump, tanpa membeberkan rincian lebih lanjut mengenai jalur komunikasi maupun bentuk kesepakatan yang dimaksud. 

Laporan Detik menyebut, pada awal bulan ini Trump hampir saja memerintahkan serangan terhadap target rezim di Iran terkait pembunuhan ribuan demonstran, namun keputusan itu ditunda. Di saat penundaan tersebut, AS tetap menggeser aset militer menuju kawasan sebagai sinyal kesiagaan. 

Dari pihak Iran, sinyal peringatan juga ikut menguat. Sebuah mural baru di Alun-alun Enghelab, Teheran, diresmikan pada Minggu (25/1/2026) waktu setempat dan berisi pesan yang ditujukan kepada AS agar tidak melancarkan serangan baru. Mural itu menggambarkan sejumlah pesawat rusak di dek kapal induk, disertai slogan: “Jika ingin menebar angin, Anda akan menuai badai.” 

Selain simbolik melalui mural, peringatan verbal juga terdengar dari elite militer Iran. Associated Press melaporkan, Komandan Garda Revolusi Iran menyatakan pasukannya “lebih siap dibandingkan sebelumnya, dengan jari ada di pelatuk” di tengah meningkatnya ketegangan dan pergerakan kapal-kapal perang AS menuju kawasan.

Berita Terkait