TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Apple resmi mengumumkan iPad Air generasi terbaru pada 2 Maret 2026 di Cupertino, menghadirkan peningkatan performa besar melalui chip M4 yang kini menjadi otak utama tablet kelas menengah perusahaan. Perangkat ini dirilis dalam dua ukuran—11 inci dan 13 inci—dan tetap mempertahankan harga mulai US$599 (±Rp9,4 juta) untuk model 11 inci serta US$799 (±Rp12,5 juta) untuk model 13 inci.
Peluncuran ini menandai langkah agresif Apple dalam mempersempit jarak antara lini Air dan Pro, terutama setelah perusahaan menanamkan memori lebih besar, bandwidth lebih tinggi, serta konektivitas generasi baru melalui chip N1 dan modem C1X. “iPad Air memberi pengguna lebih banyak cara untuk menjadi kreatif dan produktif,” ujar Bob Borchers, VP Worldwide Product Marketing Apple.
Chip M4 membawa peningkatan CPU dan GPU hingga 30 persen dibanding generasi sebelumnya, sekaligus menghadirkan Neural Engine lebih cepat untuk menangani tugas berbasis AI, pengeditan video, hingga rendering grafis berat. Apple menyebut performa ini membuat iPad Air mampu menangani beban kerja kreatif dan multitasking yang sebelumnya lebih identik dengan lini Pro.
“Dengan performa M4 yang melesat, kemampuan AI yang luar biasa, dan fitur iPadOS 26 yang revolusioner, tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk memilih atau meningkatkan ke iPad Air,” kata Borchers dalam pernyataan terpisah.
Selain performa, Apple juga menyematkan dukungan Wi‑Fi 7, Bluetooth 6, serta modem C1X untuk model seluler yang diklaim menghadirkan koneksi lebih stabil dan cepat. Kombinasi ini membuat iPad Air 2026 menjadi salah satu perangkat dengan peningkatan konektivitas paling signifikan dalam sejarah lini tersebut.
iPad Air terbaru tetap mempertahankan desain ramping dengan layar Liquid Retina, dukungan Apple Pencil Pro, Magic Keyboard, kamera yang ditingkatkan, serta baterai yang diklaim mampu bertahan sepanjang hari. Apple membuka pre-order mulai 4 Maret dan perangkat akan tersedia secara global pada 11 Maret 2026.