10 February 2026, 21:26

2026! KAI Siap Listrikkan KRL ke 5 Kota Sekaligus, Jalur Jakarta–Cikampek hingga Sukabumi Masuk Daftar

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersiap melakukan langkah besar di sektor transportasi massal pada tahun ini

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,218
2026! KAI Siap Listrikkan KRL ke 5 Kota Sekaligus, Jalur Jakarta–Cikampek hingga Sukabumi Masuk Daftar
COO Danantara Dony Oskaria menyebut PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan melakukan elektrifikasi atau perpanjangan jalur KRL ke lima kota pada tahun ini. (Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Perspektif.co.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersiap melakukan langkah besar di sektor transportasi massal pada tahun ini dengan memperpanjang sekaligus melakukan elektrifikasi jalur Kereta Rel Listrik (KRL) ke lima kota. Kebijakan ini disebut menjadi bagian dari strategi pengembangan kota baru serta penguatan industri perkeretaapian nasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan KAI telah diminta untuk merealisasikan program elektrifikasi tersebut dalam tahun berjalan. Fokus utama perpanjangan rute KRL diarahkan ke jalur-jalur strategis yang menghubungkan Jakarta dengan daerah penyangga.

“Kereta api, saya meminta mereka untuk melakukan tahun ini saja kita melakukan elektrifikasi di lima kota. Salah satunya di Jakarta, kita akan melakukan elektrifikasi Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, Jakarta–Rangkas,” ujar Dony dalam acara CNBC Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta.

Menurut Dony, elektrifikasi jalur KRL tidak sekadar memperluas layanan transportasi publik, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kawasan baru di sepanjang lintasan kereta. Dengan akses transportasi yang lebih cepat dan terintegrasi, wilayah-wilayah penyangga Jakarta dinilai berpotensi berkembang menjadi pusat-pusat ekonomi baru.

“Tujuannya apa, dengan kita melakukan elektrifikasi kereta api listrik, ini akan menghidupkan kota-kota baru dan tahun ini harus dilakukan,” katanya.

Dony menilai kebutuhan investasi untuk proyek elektrifikasi tersebut relatif tidak terlalu besar dibandingkan dampak ekonomi yang dihasilkan. Selain memperbaiki layanan transportasi, program ini juga diarahkan untuk menghidupkan kembali industrialisasi nasional, khususnya di sektor manufaktur perkeretaapian.

Ia menegaskan, ke depan KAI tidak lagi diperbolehkan mengimpor gerbong maupun lokomotif dari luar negeri. Seluruh kebutuhan sarana perkeretaapian wajib diproduksi di dalam negeri melalui PT Industri Kereta Api (INKA).

“Saya mewajibkan kereta api itu tidak boleh lagi mengimpor gerbong maupun lokonya. Dia wajib melakukan manufaktur di INKA,” tegas Dony.

Kebijakan tersebut, lanjut Dony, merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap industri nasional agar sektor manufaktur dalam negeri tetap berkelanjutan dan memiliki pasar yang jelas. Dengan proyek elektrifikasi dan transformasi layanan kereta api, permintaan terhadap produk dalam negeri diproyeksikan meningkat signifikan.

Dony memperkirakan total investasi yang dibutuhkan dalam proses transformasi perusahaan kereta api nasional, termasuk pengembangan infrastruktur dan pengadaan sarana, mencapai sekitar Rp50 triliun.

“Sementara kita akan menghabiskan kurang lebih total dari proses transformasi daripada perusahaan kereta api kita itu kurang lebih sekitar Rp50 triliun,” ucapnya.

Berita Terkait