Perspektif.co.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membatalkan total 16 perjalanan kereta api pada Selasa (20/1/2026) dan Rabu (21/1/2026) imbas cuaca ekstrem serta dampak banjir di sejumlah wilayah. Pembatalan dilakukan sebagai langkah kehati-hatian karena perusahaan masih melakukan pemeriksaan lanjutan pada sarana dan prasarana yang terdampak.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, proses pemulihan operasional terus menunjukkan perbaikan, namun aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum seluruh rangkaian kembali melaju normal. “Pemulihan operasional terus berjalan dan kelambatan perjalanan semakin terkendali,” kata Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1).
KAI menegaskan pembatalan ini bersifat terbatas dan selektif, seiring evaluasi teknis di lapangan yang masih berjalan. “Keselamatan pelanggan dan petugas tetap menjadi prioritas utama,” ujar Anne.
Di tengah pemulihan, KAI juga memaparkan indikator ketepatan waktu (on time performance/OTP) mulai membaik. Pada periode 19 Januari 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, dari 227 perjalanan KA jarak jauh yang berangkat, 216 perjalanan tercatat tepat waktu (95,15 persen) dan 11 perjalanan terlambat. Untuk kedatangan, dari 244 perjalanan, sebanyak 209 tiba tepat waktu (85,66 persen) dan 35 mengalami keterlambatan.
Meski tren ketepatan waktu membaik, KAI masih mengerahkan ratusan personel prasarana dan operasional yang bekerja 24 jam dalam tiga shift untuk menangani titik-titik terdampak. Penanganan mencakup pemeriksaan lanjutan lintasan, penguatan struktur jalur, pengangkatan dan perapihan track, hingga penyempurnaan sistem drainase agar perjalanan kembali aman sebelum kecepatan normal dipulihkan sepenuhnya.
KAI menjelaskan gangguan operasional sebelumnya dipicu curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Pulau Jawa, terutama pada lintas Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Salah satu titik terdampak berada di petak Pekalongan–Sragi akibat luapan sungai dan jebolnya tanggul, sehingga dibutuhkan pengaturan operasional khusus serta pemeriksaan teknis berlapis sebelum lintasan dinyatakan aman. Dalam pembaruan terpisah, KAI menyebut jalur Pekalongan–Sragi sudah dapat dilalui dengan pembatasan kecepatan 30 km/jam.
Berikut daftar perjalanan yang dibatalkan KAI:
Selasa, 20 Januari 2026
- KA 50F–51F Purwojaya relasi Gambir–Cilacap
- KA 56F–53F Purwojaya relasi Cilacap–Gambir
- KA 58F–59F Purwojaya relasi Gambir–Cilacap
- KA 60F–57F Purwojaya relasi Cilacap–Gambir
- KA 7001A Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir
- KA 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang
- KA 7004 Sembrani Tambahan relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi
- KA 2B Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi
- KA 132B Parahyangan relasi Gambir–Bandung
Rabu, 21 Januari 2026
- KA 50F–51F Purwojaya relasi Gambir–Cilacap
- KA 56F–53F Purwojaya relasi Cilacap–Gambir
- KA 58F–59F Purwojaya relasi Gambir–Cilacap
- KA 60F–57F Purwojaya relasi Cilacap–Gambir
- KA 7001A Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir
- KA 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang
- KA 7003A Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir