Perspektif.co.id – Penambahan dua perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Tanah Abang–Rangkasbitung atau Green Line mulai 13 Desember 2025 disambut positif oleh para pengguna. Kebijakan ini dinilai memberi pilihan waktu perjalanan yang lebih fleksibel, khususnya bagi pekerja yang rutin menggunakan KRL pada jam sibuk.
Salah satu penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang, mengatakan tambahan jadwal tersebut berpotensi mempermudah mobilitas harian. Menurutnya, kepadatan penumpang pada jam pulang kerja selama ini kerap menjadi persoalan utama.
“Bagus kalau ditambah, pilihannya jadi nambah. Kalau pulang kerja itu penumpang banyak banget, jadi semoga bisa lebih memudahkan mobilitas pekerja,” ujar Ridwan, Sabtu (13/12).
Ia menilai dua perjalanan tambahan dapat memberi alternatif waktu keberangkatan bagi penumpang. Ridwan berharap langkah ini juga bisa mengurangi kepadatan di dalam rangkaian kereta saat jam sibuk sore hari.
Meski demikian, operasional KRL diharapkan tetap berjalan lancar tanpa gangguan teknis. Ia menilai manfaat penambahan jadwal akan terasa maksimal jika perjalanan dapat berlangsung tepat waktu dan stabil.
“Catatannya semoga nggak ada gangguan. Kalau lancar, pasti sangat membantu,” tambahnya.
Penambahan jadwal KRL ini merupakan bagian dari penyesuaian Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 yang mulai berlaku pada 13 Desember 2025. Dalam kebijakan tersebut, terdapat dua perjalanan baru pada Commuter Line Rangkasbitung, yakni KRL No. 7100 relasi Tanah Abang–Parung Panjang dengan keberangkatan pukul 18.40 WIB dan KRL No. 7101 relasi Parung Panjang–Tanah Abang pukul 20.40 WIB.
Dengan tambahan tersebut, total rangkaian KRL yang beroperasi di jalur Green Line menjadi 19 rangkaian. Selain itu, penyesuaian Gapeka juga mencakup perubahan waktu keberangkatan Commuter Line Cikarang dengan pergeseran jadwal sekitar tiga hingga enam menit dari jadwal sebelumnya.
Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan layanan KRL Jabodetabek sekaligus mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.***