05 May 2026, 14:52

Usai Dua Insiden Maut, KAI Resmi Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek Mulai 9 Mei

“Mulai tanggal 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek,”

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
15
Usai Dua Insiden Maut, KAI Resmi Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek Mulai 9 Mei
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan layanan KA Argo Bromo Anggrek berganti nama menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. / Doc: istimewa

BEKASI, Perspektif.co.id - Perubahan identitas layanan kereta api kembali menjadi sorotan setelah PT Kereta Api Indonesia resmi mengganti nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Kebijakan ini diumumkan di tengah perhatian publik terhadap rangkaian kereta tersebut yang sebelumnya terlibat dalam dua insiden kecelakaan dalam waktu berdekatan.

Dalam keterangan resminya, KAI menyebut pergantian nama ini sebagai bagian dari penyederhanaan identitas layanan tanpa mengubah jadwal perjalanan maupun kelas pelayanan yang sudah berjalan. “Mulai tanggal 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek,” tulis perusahaan dalam pernyataan resminya.

KAI menegaskan perubahan ini mengusung semangat baru tanpa menghilangkan jejak historis layanan yang telah dikenal masyarakat luas. “Sebuah penyederhanaan dari nama Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia,” lanjut pernyataan tersebut.

Nama “Anggrek” dipilih karena dinilai mencerminkan keteguhan, kemampuan beradaptasi, serta ketenangan, sekaligus menghadirkan citra perjalanan yang tetap elegan namun lebih sederhana dan mudah diingat pelanggan.

Perusahaan juga memastikan tidak ada dampak terhadap pelanggan yang telah membeli tiket dengan nama lama. Seluruh tiket KA Argo Bromo Anggrek tetap berlaku dan dapat digunakan pada layanan KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas yang telah dipilih sebelumnya. “Setiap penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, tiket tetap dapat dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih,” tulis KAI.

Pengumuman ini muncul setelah rangkaian KA Argo Bromo Anggrek menjadi perhatian publik akibat dua peristiwa kecelakaan yang terjadi dalam kurun waktu singkat. Insiden pertama terjadi pada Jumat (1/5) dini hari di perlintasan sebidang Desa Sidorejo, Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah. Dalam peristiwa tersebut, kereta menabrak kendaraan rombongan pengantar haji yang melintas, menyebabkan lima orang meninggal dunia setelah satu korban sempat menjalani perawatan.

Sebelumnya, kecelakaan besar juga terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Rangkaian kereta tersebut menabrak KRL yang tengah berhenti setelah mengalami gangguan di perlintasan. Insiden ini menimbulkan korban jiwa yang terus bertambah hingga mencapai 16 orang, dengan puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan medis.

Peristiwa beruntun tersebut memicu perhatian luas terhadap aspek keselamatan perjalanan kereta api, khususnya pada lintasan padat seperti rute Jakarta–Surabaya yang dilayani KA tersebut. Meski demikian, KAI menegaskan bahwa perubahan nama layanan tidak berkaitan langsung dengan insiden-insiden tersebut.

Berita Terkait