TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — X Corp. secara resmi mengumumkan bahwa XChat, aplikasi pesan mandiri yang dikembangkan di bawah naungan platform media sosial milik Elon Musk, kini telah tersedia untuk pre-order di App Store milik Apple dan dijadwalkan meluncur pada 17 April 2026 untuk pengguna iPhone dan iPad. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi @chat di platform X pada 10 April 2026, disertai tagline yang langsung memantik perhatian publik global: aplikasi ini bukan sekadar pesan biasa, melainkan ruang komunikasi terenkripsi yang berdiri sendiri terpisah dari sistem direct message (DM) lama yang selama ini menjadi andalan platform tersebut.
Listing resmi di App Store telah menampilkan pratinjau desain antarmuka, ikon aplikasi yang detail, serta konfirmasi tanggal rilis 17 April, dan XChat disebut akan memungkinkan pengguna untuk “berkomunikasi dengan siapa saja di X dalam ruang privat yang terfokus khusus untuk percakapan.” Langkah ini menandai babak baru dalam ambisi Musk membangun ekosistem digital terpadu yang melampaui batas platform media sosial konvensional, sebuah strategi yang selama ini kerap dibandingkan dengan model super-app WeChat asal Tiongkok.
XChat dirancang sebagai aplikasi perpesanan yang khusus ditujukan bagi pengguna X, dengan dukungan enkripsi end-to-end, kemampuan mengedit dan menghapus pesan untuk semua peserta percakapan, fitur pesan menghilang otomatis dalam lima menit, pemblokiran tangkapan layar, serta grup percakapan berkapasitas hingga 481 anggota. X Corp. juga memastikan bahwa XChat tidak akan menampilkan iklan maupun melacak aktivitas penggunanya, sebuah janji yang secara langsung menjadi amunisi kompetitif menghadapi dominasi WhatsApp dan Telegram di pasar perpesanan global.
Peluncuran XChat sebagai aplikasi mandiri turut mencerminkan kekhawatiran Musk terhadap keamanan platform pesaing—satu hari sebelum pengumuman pre-order, ia menyebut WhatsApp tidak bisa dipercaya, merujuk pada gugatan hukum yang mengklaim Meta membiarkan pihak ketiga mengakses pesan terenkripsi di platform tersebut, meski WhatsApp telah membantah klaim tersebut. Momentum ini semakin diperkuat oleh pernyataan Pavel Durov, pendiri Telegram, yang menyebut klaim enkripsi WhatsApp sebagai salah satu penipuan konsumen terbesar dalam sejarah, menciptakan iklim ketidakpercayaan yang justru menjadi peluang emas bagi XChat untuk merebut pangsa pasar.
“Your encrypted chats deserve their own app.”
Demikian tagline resmi yang dipasang XChat dalam listing App Store mereka, sebagaimana dikutip oleh 9to5Mac dan dikonfirmasi ulang oleh TechCrunch, yang menjadi pernyataan publik pertama X Corp. atas kehadiran aplikasi ini sebagai produk mandiri.
XChat sejatinya bukan produk yang lahir tiba-tiba—pada 3 Maret 2026, X secara diam-diam mengundang pengguna terpilih untuk menguji versi beta iOS melalui platform TestFlight dengan 1.000 slot yang habis terjual hanya dalam dua jam, sementara Michael Boswell, desainer produk di xAI, memvalidasi build yang telah selesai dan meminta penguji awal untuk mencoba, menemukan bug, dan melaporkannya. Proses pengujian yang berlangsung cepat dan tertutup itu kini berbuah pada kesiapan rilis publik yang ditargetkan pekan depan, sebuah lompatan dari fase eksperimen menjadi produk komersial dalam kurun waktu kurang dari enam minggu.
Listing App Store mencatat ukuran file XChat sebesar 175,8 MB dan mensyaratkan iOS 16.0 atau versi lebih baru untuk dapat diinstal, sementara aplikasi ini juga akan tersinkronisasi dengan antarmuka web di chat.x.com untuk memastikan kontinuitas percakapan lintas perangkat. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari X Corp. mengenai jadwal ketersediaan versi Android—sebuah celah yang menjadi sorotan para analis mengingat Android menguasai sekitar tiga perempat pasar smartphone global, termasuk basis pengguna terbesar di kawasan Asia Tenggara yang sangat bergantung pada ekosistem Google Play Store.
XChat dirancang untuk berfungsi sepenuhnya independen dari sistem DM yang sudah ada di platform X utama, menghadirkan antarmuka yang lebih sederhana dan terfokus pada komunikasi privat, serta mendukung panggilan video, berbagi file, dan fitur-fitur keamanan tingkat lanjut yang selama ini hanya tersedia di aplikasi perpesanan premium seperti Signal. Peluncuran ini sejalan dengan visi jangka panjang X Corp. untuk membangun ekosistem terpadu yang mengintegrasikan jejaring sosial, komunikasi, dan kemungkinan layanan keuangan dalam satu brand—ambisi yang sejak lama diutarakan Musk sebagai transformasi X menjadi versi Barat dari WeChat.
Namun sejumlah peneliti keamanan siber mempertanyakan klaim enkripsi XChat yang disebut Musk menggunakan metode “bergaya Bitcoin,” sebuah pernyataan yang dianggap tidak memiliki nilai kriptografi yang memadai karena Bitcoin menggunakan kriptografi kunci publik untuk mengautentikasi transaksi, bukan untuk memastikan kerahasiaan pesan dua pihak, dan halaman bantuan X sendiri pernah mengungkapkan bahwa platform tersebut tidak sepenuhnya terlindungi dari serangan man-in-the-middle.
Tanpa audit keamanan independen dari pihak ketiga yang terpercaya, para ahli menilai klaim privasi XChat baru sebatas janji korporasi yang belum dapat diverifikasi secara publik—sebuah tantangan kritis yang harus dijawab X Corp. jika ingin bersaing secara serius melawan Signal yang telah memiliki rekam jejak keamanan yang teruji.