22 April 2026, 08:40

Waymo Kuasai 75% Dana Rekor $21,4 Miliar, Startup Kendaraan Otonom Ubah Peta Investasi Global 2026

Startup kendaraan otonom raih rekor $21,4 miliar di 2026, Waymo dominasi 75% dana. Shield AI dan Wayve ikut cetak rekor pendanaan bersejarah.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
27
Waymo Kuasai 75% Dana Rekor $21,4 Miliar, Startup Kendaraan Otonom Ubah Peta Investasi Global 2026
Waymo, anak perusahaan Alphabet, mendominasi 75 persen dari total rekor pendanaan $21,4 miliar yang dihimpun startup kendaraan otonom global hingga pertengahan April 2026. (Sumber: CNBC/Crunchbase)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Industri kendaraan otonom global mencatatkan rekor pendanaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan data Crunchbase yang dirilis 17 April 2026, startup kendaraan otonom berhasil mengumpulkan total $21,4 miliar atau sekitar Rp351 triliun dari 34 kesepakatan hingga 15 April 2026 — melampaui tiga kali lipat angka $5,9 miliar atau sekitar Rp96,7 triliun yang diraih dari 99 investasi di seluruh dunia sepanjang 2025. Lonjakan ekstrem ini mencerminkan perubahan mendasar dalam strategi investasi global: modal ventura kini tidak lagi tersebar tipis ke puluhan perusahaan rintisan, melainkan dikepung secara besar-besaran ke segelintir raksasa yang diyakini akan mendominasi pasar transportasi masa depan.

Angka tersebut juga sekitar 77 persen lebih tinggi dibandingkan $12,1 miliar atau setara Rp198 triliun yang berhasil dihimpun dari 127 kesepakatan sepanjang 2024. Para analis di Crunchbase menyebut fenomena ini sebagai sinyal bahwa para investor tidak lagi sekadar membiayai riset, melainkan bertaruh pada perusahaan yang sudah siap memperluas skala operasional dan memasukkan teknologi kecerdasan buatan mereka ke dalam kendaraan nyata yang bisa dibeli atau dipesan masyarakat. Konsentrasi modal yang begitu tajam ke tiga atau empat pemain utama menandai era baru dalam lanskap investasi teknologi otonom, di mana winner-takes-most menjadi hukum pasar yang semakin tak terbantahkan.

Tiga perempat dari total $21,4 miliar yang berhasil dihimpun sepanjang 2026 berasal dari putaran pendanaan Series D senilai $16 miliar atau sekitar Rp262 triliun yang diraih Waymo, anak perusahaan Alphabet berbasis di Mountain View, California, pada Februari lalu.  Putaran tersebut menilai perusahaan pada valuasi $126 miliar post-money — lebih dari dua kali lipat valuasi yang dicapai setelah putaran pendanaan terakhir Waymo pada Oktober 2024 senilai $5,6 miliar pada valuasi $45 miliar. Pendanaan ini dipimpin oleh investor baru Sequoia Capital, DST Global, dan Dragoneer Investment Group, dengan Alphabet tetap menjadi investor mayoritas.

Co-CEO Waymo, Tekedra Mawakana dan Dmitri Dolgov, menyatakan dalam entri blog resmi perusahaan bahwa mereka kini tidak lagi membuktikan sebuah konsep, melainkan sedang menskalakan realitas komersial, meletakkan fondasi bagi operasi layanan ride-hailing di lebih dari 20 kota tambahan pada 2026, termasuk Tokyo dan London.

Sequoia Capital juga memberikan komentar melalui Partner-nya, Konstantine Buhler, yang menyebut Waymo telah melampaui pencapaian riset untuk meraih keunggulan operasional, melipattigakan perjalanan berbayar mingguan hanya dalam satu tahun sambil mempertahankan kepuasan pelanggan.

Dengan modal segar ini, Waymo berencana membuka layanan di Dallas, Denver, Detroit, Houston, Las Vegas, dan sejumlah kota besar lainnya, sekaligus memperluas jangkauan internasional perdananya. Perusahaan yang telah beroperasi di Austin, San Francisco Bay Area, Phoenix, Atlanta, Los Angeles, dan Miami ini menjadikan ekspansi global sebagai prioritas utama dalam roadmap 2026. Waymo menyebut modal baru tersebut akan memungkinkan perusahaan bergerak dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya, sambil tetap menjaga standar keselamatan terdepan di industri.

Namun Waymo bukan satu-satunya pemain yang mencetak rekor. Shield AI, perusahaan teknologi pertahanan asal San Diego yang mengembangkan sistem pilot otonom Hivemind, mengumumkan berhasil menutup putaran pendanaan $2 miliar pada valuasi $12,7 miliar. Putaran Series G ini dipimpin bersama oleh Advent International dan JPMorgan Chase melalui Security and Resiliency Initiative, ditambah $500 juta dalam ekuitas preferen non-dilutif dari Blackstone.  Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai akuisisi Aechelon Technology, sebuah platform simulasi taktis, sekaligus mempercepat pengembangan platform autopilot otonom Hivemind milik Shield AI.

Di sisi lain, startup mengemudi otonom asal London, Wayve, baru-baru ini mengumumkan tambahan investasi $60 juta dari AMD, Qualcomm, dan Arm — menyusul putaran pendanaan $1,2 miliar yang diumumkan pada Februari lalu, dengan total Series D mencapai lebih dari $1,2 miliar pada valuasi pasca-uang $8,6 miliar. Wayve mengambil pendekatan end-to-end berbasis AI dalam mengemudi otonom, melatih satu model fondasi pada data mengemudi berskala besar dan beragam secara global, daripada mengandalkan aturan yang dikodekan secara manual atau peta definisi tinggi. Kehadiran nama-nama besar semikonduktor seperti Qualcomm, AMD, Arm, dan sebelumnya Nvidia di jajaran investor Wayve memperkuat sinyal bahwa ekosistem chip dan perangkat lunak otonom kini saling bersatu dalam satu taruhan besar terhadap masa depan mobilitas berbasis AI.

Crunchbase mencatat bahwa sementara Amerika Utara tetap menjadi pusat terbesar dalam volume pendanaan keseluruhan, kawasan Asia-Pasifik — khususnya China — mengalami pertumbuhan paling cepat dalam penerapan teknologi otonom. Pada 2025, tiga dari empat putaran terbesar kendaraan otonom diraih oleh perusahaan China: DeepBlue Auto dengan Series C senilai $897,7 juta atau sekitar Rp14,7 triliun, Neolix dengan Series D senilai $600 juta atau sekitar Rp9,8 triliun, dan Zhuoyu Technology dengan pendanaan $527,8 juta atau sekitar Rp8,6 triliun.

Pada sisi prospek bursa saham, beberapa perusahaan otonom mulai berancang-ancang untuk melantai. Momenta, perusahaan berbasis Beijing yang didukung General Motors, Tencent, dan Mercedes-Benz, secara rahasia mengajukan permohonan IPO di Hong Kong pada Maret lalu, dengan valuasi yang dibidik di atas $14 miliar. Sementara itu, Waymo sendiri meski secara teknis tidak membutuhkan IPO karena statusnya sebagai anak perusahaan Alphabet, semakin ramai diperbincangkan para pengamat industri sebagai kandidat spinoff yang potensial. Dengan valuasi $126 miliar, Waymo akan seketika menjadi salah satu perusahaan transportasi paling berharga di dunia apabila memasuki pasar publik — sebuah skenario yang kian dianggap bukan lagi sekadar spekulasi, melainkan pertanyaan soal kapan.

Berita Terkait