TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Startup infrastruktur AI Modal Labs sedang dalam pembicaraan awal untuk putaran pendanaan baru yang berpotensi mendorong valuasinya mencapai 2,5 miliar dolar AS, lebih dari dua kali lipat dari valuasi 1,1 miliar dolar yang diraihnya pada putaran Series B senilai 87 juta dolar kurang dari lima bulan lalu. Kabar ini beredar pada 11 Februari 2026 dan mencerminkan gelombang besar minat investor terhadap sektor AI inference yang kini menjadi rebutan di tengah kebutuhan enterprise akan eksekusi model AI yang lebih cepat dan murah.
Pendanaan potensial ini dipimpin oleh General Catalyst, menurut empat sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Modal Labs, yang bermarkas di San Francisco dan didirikan pada 2021 oleh Erik Bernhardsson, memiliki annualized revenue run rate sekitar 50 juta dolar. Dana baru ini diharapkan mempercepat ekspansi infrastruktur, inovasi platform, dan penangkapan pangsa pasar yang terus tumbuh pesat di bidang inference.
Perusahaan ini fokus pada optimalisasi proses menjalankan model AI yang telah dilatih agar mengurangi biaya komputasi dan waktu latensi, sebuah area yang semakin strategis seiring adopsi AI generatif di berbagai industri. Modal Labs bergabung dengan deretan startup inference lain seperti Baseten, Fireworks AI, dan Inferact yang juga mencatat kenaikan valuasi tajam dalam waktu singkat.
“Interaksi kami dengan investor belakangan ini hanyalah percakapan umum dan bukan bagian dari proses penggalangan dana aktif.”
Erik Bernhardsson, Co-founder dan CEO Modal Labs, menegaskan posisi perusahaan mengenai rumor pendanaan tersebut.
“Permintaan terhadap infrastruktur inference yang cepat dan hemat biaya sedang meledak di kalangan perusahaan, menjadikan sektor ini sebagai gold rush baru di ekosistem AI.”
Salah satu sumber yang akrab dengan diskusi pendanaan menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek Modal Labs.
Pendanaan ini semakin memperkuat tren bahwa investor kini lebih memfokuskan modal pada infrastruktur AI pendukung daripada hanya model frontier. Meski pembicaraan masih dini dan syarat bisa berubah, langkah Modal Labs ini menandakan kepercayaan pasar yang kuat terhadap masa depan teknologi inference di 2026.