22 April 2026, 08:27

Samsung Resmi Hentikan Pesanan LPDDR4, Pelanggan Dipaksa Beralih ke LPDDR5 yang Harganya Meroket 3x Lipat

Samsung hentikan produksi LPDDR4, paksa pabrikan ponsel beralih ke LPDDR5 yang harganya meroket 3x lipat. Harga smartphone mid-range terancam naik tajam 2026.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
18
Samsung Resmi Hentikan Pesanan LPDDR4, Pelanggan Dipaksa Beralih ke LPDDR5 yang Harganya Meroket 3x Lipat
Teknisi berpakaian cleanroom di fasilitas produksi chip memori Samsung, Korea Selatan. Perusahaan kini menghentikan produksi LPDDR4 dan mengalihkan lini manufaktur ke LPDDR5 dan HBM. (Foto: Samsung Electronics)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Samsung Electronics resmi menghentikan penerimaan pesanan baru untuk chip memori LPDDR4 generasi lama, memaksa produsen ponsel di seluruh dunia—termasuk vendor mid-range yang selama ini bergantung pada chip murah tersebut—untuk beralih ke LPDDR5 dengan biaya jauh lebih tinggi. Berdasarkan laporan Commercial Times yang dikutip TrendForce, Samsung telah memberitahu pelanggannya bahwa produksi chip LPDDR4 proses 1z berkapasitas 8Gb akan memasuki status End of Life (EOL), dengan batas akhir pemesanan terakhir atau Last Buy Order (LBO) ditetapkan pada Juni 2025 dan pengiriman final ditargetkan rampung paling lambat Oktober 2025.  Keputusan ini bukan sekadar pergeseran teknis, melainkan guncangan rantai pasokan global yang dampaknya langsung terasa hingga ke konsumen akhir.

Sumber rantai pasokan yang dikutip TheElec mengonfirmasi bahwa Samsung telah mencabut dukungan penuh terhadap LPDDR4 dan LPDDR4X sebagai bagian dari strategi mendorong standar LPDDR5 di ponsel Galaxy generasi berikutnya, dengan kecepatan transfer data yang melonjak dari sekitar 4,3 Gbps pada LPDDR4X menjadi 6,4 Gbps pada LPDDR5—sebuah lompatan performa hingga 50 persen lebih cepat. Perangkat seperti Galaxy A17 berada tepat di jendela transisi ini, di mana unit produksi awal masih menggunakan LPDDR4X sementara unit selanjutnya akan beralih sepenuhnya ke LPDDR5.

Tekanan dari pabrikan chip Tiongkok menjadi pendorong utama percepatan keputusan ini. Pemain DRAM Tiongkok seperti Changxin Memory Technologies (CXMT) dan Fujian Jinhua membanjiri pasar DDR4 dengan harga yang dilaporkan hingga 50 persen di bawah harga pasar, menekan margin keuntungan pemasok DRAM global secara signifikan. Samsung pun memilih meninggalkan segmen yang tidak lagi menguntungkan dan mengalihkan sumber dayanya ke produk margin tinggi seperti LPDDR5X dan High Bandwidth Memory (HBM) untuk kebutuhan server AI.

“Kami tidak dapat mengomentari proyek pelanggan tertentu, namun pengembangan kami berjalan sesuai rencana,” ujar perwakilan Samsung Semiconductor kepada TMTPost.

Dampak terbesar justru jatuh pada konsumen smartphone kelas menengah ke bawah. Counterpoint Research memproyeksikan harga memori mobile LPDDR4 dan LPDDR5 pada kuartal kedua 2026 berpotensi mencapai hampir tiga kali lipat dibandingkan level kuartal ketiga 2025, sementara pengiriman smartphone global diperkirakan anjlok 12,4 persen secara tahunan ke angka di bawah 1,1 miliar unit—terendah sejak 2013—dengan krisis pasokan memori sebagai pemicu utama. Bagi pasar Indonesia yang didominasi segmen mid-range berbasis LPDDR4, tekanan ini berpotensi mengerek harga jual rata-rata smartphone secara signifikan sepanjang 2026 hingga 2027.

“Dampaknya diperkirakan akan terus berlanjut hingga paruh kedua 2027, karena dibutuhkan beberapa kuartal agar ekspansi pasokan memori dapat terealisasi secara nyata,” kata Yang Wang, Principal Analyst Counterpoint Research, sebagaimana dikutip News9Live.

Samsung bukan satu-satunya pemain yang memicu krisis ini. Berdasarkan temuan TrendForce, ketiga raksasa DRAM—Samsung, SK Hynix, dan Micron—semuanya mengalihkan kapasitas ke produk kelas atas dan telah mengumumkan rencana EOL untuk DDR4 dan LPDDR4X, dengan rata-rata harga kontrak DRAM konvensional yang diproyeksikan naik 10 hingga 15 persen, dan termasuk HBM, kenaikan harga DRAM secara keseluruhan diperkirakan mencapai 15 hingga 20 persen. Micron bahkan telah terlebih dahulu menyampaikan notifikasi EOL kepada pelanggannya di segmen PC konsumen, pusat data, dan perangkat mobile.

“Node DRAM terdepan Micron seperti 1β dan 1γ difokuskan untuk produk generasi terbaru seperti DDR5, LPDDR5, dan HBM, dan tidak digunakan untuk memproduksi DDR4 maupun LPDDR4,” kata Sanjay Mehrotra, Chief Executive Officer Micron, dalam conference call perusahaan sebagaimana dikutip Tom’s Hardware.

Berita Terkait