Perspektif.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang terkoreksi lebih dulu pada perdagangan Jumat, 19 Desember 2025. Koreksi ini dinilai sebagai fase pengujian ulang ke area 8.464–8.560 sekaligus menutup celah (gap) tipis yang tersisa.
Dalam risetnya, MNC Sekuritas juga mengingatkan skenario terburuk jika pelemahan berlanjut lebih dalam.
“Namun, worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an,” tulis MNC Sekuritas dalam riset yang terbit Jumat (19/12).
Adapun level teknikal yang dipantau, support IHSG berada di 8.553 dan 8.493, sementara resistance di 8.714 dan 8.821. Sebagai catatan, pada perdagangan sebelumnya IHSG ditutup melemah 0,68% ke level 8.618.
MNC Sekuritas menilai tekanan jual masih terlihat, meski cenderung mengecil. Koreksi juga dinilai masih tertahan oleh MA20.
Seiring proyeksi pergerakan IHSG hari ini, MNC Sekuritas menyiapkan daftar saham pilihan yang dapat dicermati, mulai dari strategi spekulatif hingga buy on weakness, yakni BKSL, KLBF, PYFA, dan BMRI, lengkap dengan area beli, target, serta batas risiko (stoploss).
Rekomendasi saham MNC Sekuritas untuk Jumat (19/12/2025):
- BKSL (Spec Buy): area 131–133 | target 145 & 154 | stoploss <130
- KLBF (Buy on Weakness): area 1.180–1.205 | target 1.290 & 1.345 | stoploss <1.130
- PYFA (Spec Buy): area 520–530 | target 585 & 605 | stoploss <510
- BMRI (Buy on Weakness): area 5.050–5.100 | target 5.200 & 5.325 | stoploss <5.025
Dengan kondisi tersebut, investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan IHSG dan mengelola risiko secara disiplin, sembari menunggu konfirmasi arah pasar selanjutnya.***