BANDUNG BARAT, Perspektif.co.id - Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memasuki hari kedua pada Minggu (25/1/2026). Tim gabungan melanjutkan penyisiran dan identifikasi korban di tengah kondisi cuaca yang masih menjadi perhatian dalam kelanjutan operasi.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, pembaruan data per pukul 17.00 WIB dilakukan melalui proses sinkronisasi informasi dengan tim di lapangan. “Pada sore hari ini kita update untuk pukul 17.00 WIB dan kita akan sinkronisasi dengan hasil yang diperoleh oleh tim yang ada di atas, di mana untuk kantong jenazah yang dikirim dan diantar oleh ambulans berjumlah 25 kantong jenazah,” ujar Hendra, Minggu (25/1/2026).
Dalam pembaruan yang sama, Hendra menyebut total laporan orang hilang yang diterima mencapai 105 orang. Dari jumlah tersebut, 82 merupakan warga masyarakat dan 23 lainnya adalah anggota TNI yang dilaporkan masih belum ditemukan.
Seiring bertambahnya temuan di lapangan, proses identifikasi korban terus berjalan di pos Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Hendra menjelaskan tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 11 korban, yang terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh.
Korban yang telah teridentifikasi masing-masing atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), A.I. Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31). Sementara satu korban lainnya, M. Kori (30), berhasil diidentifikasi melalui potongan tubuh berupa tangan.
“Kami sampaikan bahwa yang berhasil diidentifikasi yaitu 11 orang yang sudah kita rilis. Sisanya kita akan melakukan kegiatan post mortem di pos DVI ini,” kata Hendra. Ia menambahkan, percepatan identifikasi menjadi fokus mengingat banyak keluarga korban masih menunggu kepastian di sekitar pos DVI. “Semoga segera kita berhasil mengungkap identitas karena sudah ditunggu oleh seluruh keluarga dan kelompok masyarakat yang ada di sekitar pos DVI ini,” ujarnya.
Hendra juga menyampaikan bahwa hingga Sabtu sore masih terdapat 10 jenazah dan satu bagian tubuh yang belum teridentifikasi dan masih dalam proses pemeriksaan lanjutan oleh tim DVI. (Liputan6
Sementara itu, operasi pencarian hari kedua di lapangan dihentikan sementara dan dijadwalkan dilanjutkan kembali keesokan hari. “Nanti akan kita tutup untuk hari ini dan kita akan update lagi kembali besok,” kata Hendra.
Ia menyebutkan, pada hari kedua pencarian, aktivitas evakuasi di lokasi longsor mulai berkurang dan penggunaan alat berat telah dihentikan sementara. Fokus penanganan pun dialihkan pada pemeriksaan serta percepatan proses identifikasi korban. “Untuk pencarian hari kedua ini sudah cukup. Data evakuasi sudah mulai berkurang, demikian juga alat berat sudah dihentikan. Kita akan menggunakan tim lainnya untuk pemeriksaan dan identifikasi,” jelasnya.
Ke depan, faktor cuaca masih menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kelanjutan operasi pencarian dan pertolongan. Tim gabungan berharap kondisi cuaca tetap mendukung agar proses penanganan korban dapat berjalan lebih lancar pada hari berikutnya.