27 February 2026, 23:50

Heboh Viral di Papua, Istri Prajurit Diduga Selingkuh dengan 13 Anggota TNI—Pomdam Cenderawasih Turun Tangan

Jagat media sosial dihebohkan unggahan yang menyebut seorang istri anggota TNI di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Zainur Akbar
701
Heboh Viral di Papua, Istri Prajurit Diduga Selingkuh dengan 13 Anggota TNI—Pomdam Cenderawasih Turun Tangan
Ilustrasi perselingkuhan (Foto: Thinkstock)

Persektif.co.id - Jagat media sosial dihebohkan unggahan yang menyebut seorang istri anggota TNI di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih diduga menjalin hubungan terlarang dengan belasan prajurit. Menyikapi kabar yang ramai diperbincangkan itu, Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVII/Cenderawasih memastikan kasus tersebut sudah masuk penanganan resmi dan kini berada pada tahap penyidikan.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menyampaikan, aparat penegak hukum di lingkungan Kodam telah bergerak menelusuri informasi yang beredar. “Terkait viralnya berita tentang kejadian tersebut, saat ini sudah dalam tahap proses penyidikan di tingkat Pomdam XVII/Cenderawasih,” kata Tri, Jumat (27/2/2026). (detiknews)

Tri menegaskan, pihaknya tidak merinci lebih jauh materi perkara maupun detail dugaan perselingkuhan yang dimaksud. Ia menyatakan, kewenangan penyampaian keterangan lebih lanjut berada pada penyidik yang menangani perkara. “Saat ini, sudah dalam tahap penyidikan, dan yang berwenang memberikan keterangan adalah pihak penyidik, yaitu Penyidik Pomdam XVII/Cenderawasih,” ujarnya. 

Dalam unggahan yang viral, perempuan yang disebut sebagai anggota Persit itu dikabarkan berusia 26 tahun. Kasus tersebut mencuat setelah yang bersangkutan dilaporkan oleh suaminya, yang disebut merupakan prajurit aktif di Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili. Informasi itu kemudian berkembang di media sosial dengan narasi bahwa dugaan hubungan tersebut melibatkan 13 prajurit.

Sumber informasi yang sama menyebut, Pomdam XVII/Cenderawasih mulai melakukan langkah penelusuran sejak pertengahan Februari 2026. Sejumlah pihak disebut telah dimintai keterangan sebagai saksi. Penyidik juga dikabarkan mengamankan barang bukti, termasuk perangkat ponsel yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Berita Terkait