10 February 2026, 14:17

Sempat Tercemar, Tirta Benteng Pastikan Air Aman dan Mengalir Penuh ke Pelanggan Siang Ini

Perumda Tirta Benteng memastikan kualitas air yang kembali dialirkan kepada seluruh pelanggan berada dalam kondisi aman dan telah memenuhi standar baku mutu.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
793
Sempat Tercemar, Tirta Benteng Pastikan Air Aman dan Mengalir Penuh ke Pelanggan Siang Ini
Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana memantau instalasi pengolahan air yang akan disalurkan ke seluruh pelanggan Kota Tangerang, Selasa (10/2/26). Diketahui, Senin (9/2)

TANGERANG, Perspektif.co.id - Perumda Tirta Benteng memastikan kualitas air yang kembali dialirkan kepada seluruh pelanggan berada dalam kondisi aman dan telah memenuhi standar baku mutu. Kepastian tersebut disampaikan setelah sebelumnya terdeteksi adanya pencemaran pada aliran air baku pada Senin (9/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB, yang sempat mengganggu distribusi air bersih di sejumlah wilayah.

Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana menjelaskan, gangguan bermula dari aliran air baku di kawasan Cikokol yang dikelola Kabupaten Tangerang. Saat itu, air terindikasi tercemar dengan ciri bau tidak sedap, adanya kandungan minyak, serta ditemukannya ikan-ikan yang mati secara mendadak. Kondisi tersebut langsung dilaporkan dan menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak pada suplai air bersih ke pelanggan.

Temuan awal tersebut segera ditindaklanjuti oleh tim teknis Perumda Tirta Benteng dengan melakukan pemantauan intensif di seluruh jalur air baku. Joko menyebut, sekitar pukul 22.30 WIB, indikasi pencemaran serupa juga terdeteksi pada aliran air baku milik Perumda Tirta Benteng. Pencemaran itu diduga kuat berasal dari polutan akibat kebakaran gudang bahan kimia di wilayah Tangerang Selatan yang terbawa ke aliran air.

“Dan pada pukul 22.30 WIB, indikasi yang sama juga terdeteksi pada aliran air Perumda Tirta Benteng. Pencemaran tersebut diduga berasal dari polutan akibat kebakaran gudang kimia di wilayah Tangerang Selatan,” ujar Joko, Selasa (10/2/2026).

Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kualitas air yang dikonsumsi masyarakat, Perumda Tirta Benteng memutuskan menghentikan seluruh aliran distribusi air secara total. Penghentian ini dilakukan guna mencegah air yang terindikasi tercemar masuk ke jaringan distribusi pelanggan. Selanjutnya, tim teknis melakukan pemeriksaan berkala dengan interval setiap 15 hingga 30 menit untuk memantau kondisi air baku secara ketat.

“Demi menjaga kualitas air bagi pelanggan, seluruh aliran air kami hentikan sementara. Tim kemudian melakukan pemeriksaan rutin setiap 15 sampai 30 menit untuk memastikan kondisi air baku,” katanya.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi mulai membaik. Pada pukul 00.00 WIB, air baku dinyatakan sudah tidak lagi terindikasi mengandung bahan kimia berbahaya maupun bau tidak sedap. Meski demikian, Perumda Tirta Benteng tetap mengambil langkah pengamanan tambahan dengan membuang seluruh air yang sempat terkontaminasi ke aliran laut.

“Sebagai langkah pengamanan, air yang terlanjur tercemar kami buang, kemudian dilakukan pengisian ulang dengan air baku yang telah memenuhi standar kualitas. Setelah itu, proses distribusi kembali dimulai secara bertahap,” jelas Joko.

Distribusi air ke jaringan pipa utama mulai dilakukan kembali sejak pukul 05.00 WIB. Pada pukul 08.00 WIB, aliran air secara bertahap sudah mulai masuk ke rumah-rumah pelanggan. Namun, untuk wilayah yang berada di ujung jaringan distribusi seperti Pondok Bahar dan Jatiuwung, aliran air membutuhkan waktu tambahan sekitar tiga hingga empat jam karena panjangnya jalur pipa.

Perumda Tirta Benteng menegaskan bahwa seluruh air yang saat ini kembali tersalurkan telah melalui proses pengawasan berlapis dan dipastikan tidak tercemar, baik secara fisika maupun kimia. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan air aman dan layak digunakan oleh masyarakat.

“Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia,” tegas Joko.

Berita Terkait