29 May 2026, 22:24

Pemkot Tangsel Kebut Finalisasi Turap dan Beronjong Serpong Green Park, Suntik Lagi Rp4 Miliar di Tahun Ini

Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp4.012.575.250 pada Tahun Anggaran 2026 selesaikan turap dan beronjong Serpong Park.

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
6
Pemkot Tangsel Kebut Finalisasi Turap dan Beronjong Serpong Green Park, Suntik Lagi Rp4 Miliar di Tahun Ini
Sejumlah pekerja di proyek pembangunan Turap dan Brojong Serpong Green Park. / Doc. Perspektif

TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id — Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp4.012.575.250 pada Tahun Anggaran 2026 untuk menyelesaikan pembangunan turap dan beronjong di kawasan Perumahan Serpong Green Park, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat. Proyek pengendalian banjir dan longsor tersebut kini memasuki tahap finalisasi setelah progres pengerjaan sebelumnya mencapai sekitar 90 persen.

Langkah lanjutan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan infrastruktur kawasan permukiman yang selama bertahun-tahun terdampak ancaman longsor, retakan jalan, hingga banjir saat curah hujan tinggi.

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Selatan, proyek lanjutan untuk tahun 2026 saat ini tengah memasuki proses tender melalui LPSE Kota Tangerang Selatan yang dijadwalkan berlangsung sejak April hingga Juni 2026.

Pembangunan difokuskan pada penguatan turap banjir, pemasangan bronjong, hingga sistem pengendalian air melalui ground tank sebagai penampungan sementara limpasan air hujan.

“Pembangunan turap banjir dan bronjong di kawasan Serpong Green Park ini bukan hanya soal beton dan batu, tetapi tentang rasa aman warga dari ancaman banjir setiap musim hujan. Kita pastikan kualitas pekerjaan berjalan baik dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelas Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kota Tangsel Aries Kurniawan, Selasa (19/5).

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, turun langsung meninjau progres pembangunan di lokasi pada Desember 2025. Dalam peninjauan itu, Pilar menyebut pemasangan bronjong dilakukan sebagai dinding penahan tanah guna mengantisipasi longsor di kawasan yang berada di dekat aliran sungai.

“Saya melihat ada pengerjaan terkait pemasangan bronjong sebagai turap dinding penahan tanah agar tidak terjadi longsor,” ujar Pilar.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Tangsel telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait pengerjaan tersebut dan memperoleh izin karena kondisi di lapangan dinilai mendesak.

“Kita diizinkan untuk pemasangan bronjong karena ini memang sangat urgent. Ada beberapa titik yang terjadi longsoran dan patahan. Bahkan ada jalan yang mengalami keretakan. Saya khawatir ketika hujan besar terjadi longsor dan membahayakan warga,” katanya.

Selain penguatan tebing sungai, Pemkot Tangsel juga membangun sistem long storage melalui ground tank atau tangki penampungan bawah tanah. Sistem ini dirancang untuk menampung air hujan sementara sebelum dipompa ke sungai ketika debit air mulai surut.

“Di Serpong Green Park ini kita juga memasang ground tank untuk penampungan sementara air di lingkungan warga, lalu nanti dipompa ke sungai,” jelas Pilar.

Sistem tersebut diterapkan untuk mengurangi efek backwater atau limpasan balik yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan permukiman tersebut saat hujan deras mengguyur dalam waktu lama.

Pembangunan turap dan bronjong di Serpong Green Park sendiri telah dimulai sejak 2024 melalui APBD murni dan berlanjut pada perubahan anggaran 2025. Hingga pertengahan Desember 2025, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 90 persen.

Turap dibangun dengan tinggi rata-rata sekitar dua meter, sementara konstruksi bronjong mencapai kedalaman empat hingga enam meter hingga fondasi. Pengerjaan dilakukan secara bertahap di titik-titik yang dinilai paling rawan longsor dan pengikisan tanah.

Pemkot Tangsel berharap penyelesaian proyek pada 2026 dapat memberikan perlindungan permanen bagi warga sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan infrastruktur saat musim hujan ekstrem.

“Yang paling penting warga bisa merasa tenang dan tidak lagi waswas setiap kali hujan deras datang,” tutur Pilar.

 

Berita Terkait