07 March 2026, 17:36

Selat Hormuz Memanas, Iran Tantang AS Kawal Kapal di Jalur Minyak Paling Vital Dunia

Pernyataan itu muncul ketika lalu lintas maritim di kawasan vital bagi perdagangan energi global terganggu akibat perang yang terus berkobar di Timur Tengah.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
2,698
Selat Hormuz Memanas, Iran Tantang AS Kawal Kapal di Jalur Minyak Paling Vital Dunia
Selat Hormuz / doc / istimewa

Perspektif.co.id -  Ketegangan di Selat Hormuz kian meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan siap menanti kehadiran pasukan Amerika Serikat yang disebut akan mengawal kapal-kapal melintasi jalur pelayaran strategis tersebut. Pernyataan itu muncul ketika lalu lintas maritim di kawasan vital bagi perdagangan energi global terganggu akibat perang yang terus berkobar di Timur Tengah.

Juru bicara IRGC Ali Mohammad Naini menegaskan bahwa Iran mencermati rencana Washington untuk mengerahkan pengawalan laut di Selat Hormuz. “Kami menunggu kehadiran mereka,” ujar Naini, menanggapi pernyataan Menteri Energi AS yang menyebut Angkatan Laut Amerika tengah bersiap mengawal kapal-kapal di selat itu segera setelah situasi dinilai memungkinkan.

Pernyataan Tehran tersebut memperlihatkan bahwa Selat Hormuz kini tidak hanya menjadi jalur distribusi energi, tetapi juga titik panas baru dalam eskalasi militer antara Iran di satu sisi dengan Amerika Serikat dan sekutunya di sisi lain. Jalur sempit ini selama ini memegang peran sentral dalam distribusi minyak dunia, sehingga setiap gangguan keamanan langsung memicu kekhawatiran luas, termasuk pada stabilitas harga energi internasional.

Iran juga mengingatkan Amerika Serikat agar mempertimbangkan pengalaman sejarah sebelum mengambil langkah lebih jauh di kawasan tersebut. Naini menyinggung insiden kapal tanker super Bridgeton milik Amerika pada 1987, serta kasus sejumlah kapal tanker minyak yang belakangan menjadi sasaran serangan. “Kami menyarankan agar sebelum mengambil keputusan apa pun, Amerika mengingat kebakaran kapal tanker super Bridgeton Amerika pada tahun 1987 dan kapal-kapal tanker minyak yang baru-baru ini menjadi sasaran,” kata Naini seperti dikutip media Iran.

Ketegangan bertambah setelah sebuah kapal tanker minyak bernama dagang Prima dilaporkan terkena ledakan drone pada Sabtu (7/3) pagi waktu setempat. Menurut pernyataan IRGC, insiden itu terjadi setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan berulang dari pasukan angkatan laut Iran terkait larangan pelayaran dan kondisi tidak aman di Selat Hormuz. Iran menyebut serangan itu berkaitan langsung dengan situasi keamanan yang terus memburuk di jalur perairan tersebut.

Peristiwa di Selat Hormuz terjadi di tengah perang yang belum menunjukkan tanda mereda. Konflik meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada 28 Februari lalu. Sejak itu, Iran membalas dengan melancarkan serangan terhadap Israel serta pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk, memperluas risiko konflik ke titik-titik strategis kawasan.

Di tengah perkembangan itu, negara-negara Arab bergerak merespons ancaman yang makin meluas. Para menteri luar negeri Liga Arab dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada Minggu (8/3) melalui konferensi video untuk membahas serangan Iran terhadap beberapa negara anggota organisasi tersebut. Forum itu digelar atas permintaan Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Oman, Yordania, dan Mesir.

Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab Hossam Zaki menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah cepat diplomatik di tengah situasi yang makin tidak stabil. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengecam keras serangan Iran ke negara-negara Teluk. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap norma internasional dan hubungan antarnegara di kawasan.

Menurut Aboul Gheit, serangan Iran itu “sangat tercela”. Ia menambahkan bahwa langkah tersebut “bukan hanya pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, tetapi juga serangan terhadap prinsip-prinsip bertetangga baik.”

Berita Terkait