24 September 2026, 23:57

Dunia Kerja Berubah Cepat, Wadhwani Foundation Siapkan Talenta dan Bisnis Pencipta Lapangan Kerja

Wadhwani Foundation Indonesia memperkuat ekosistem talenta dan kewirausahaan melalui JobReady, Ignite, dan Accelerate untuk menghadapi perubahan dunia kerja.

Reporter: Deden M Rojani
Editor: Zainur Akbar
9
Dunia Kerja Berubah Cepat, Wadhwani Foundation Siapkan Talenta dan Bisnis Pencipta Lapangan Kerja
Wadhwani Foundation Indonesia memperkuat ekosistem talenta dan kewirausahaan.

JAKARTA, Perspektif.co.id – Perubahan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) yang semakin cepat membuat kebutuhan terhadap talenta dengan kemampuan adaptasi dan pemecahan masalah ikut meningkat. Kondisi tersebut mendorong Wadhwani Foundation Indonesia memperkuat ekosistem talenta dan kewirausahaan melalui tiga fokus utama, yakni kesiapan kerja, pengembangan kapabilitas kewirausahaan, serta pertumbuhan bisnis untuk mendorong penciptaan lapangan kerja.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi Wadhwani Foundation Indonesia dalam menghadapi perubahan dunia kerja sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi. Pendekatan itu sejalan dengan misi Wadhwani Foundation, “Creating Jobs. Changing Lives.”, yang menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan kesiapan individu dengan kemampuan bisnis untuk menciptakan dan mengisi peluang kerja.

VP & Country Director Wadhwani Foundation Indonesia Herdian Mohammad mengatakan perubahan dunia kerja membuat kemampuan seseorang tidak cukup hanya diukur dari latar belakang pendidikan maupun pengetahuan akademik yang dimiliki.

Menurutnya, kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, menyelesaikan persoalan, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi kerja yang terus berubah menjadi semakin penting.

“Dunia kerja sedang berubah dengan sangat cepat. Karena itu, kesiapan talenta tidak lagi cukup hanya dilihat dari latar belakang pendidikan atau pengetahuan yang dimiliki. Yang semakin penting adalah kemampuan untuk belajar, beradaptasi, memecahkan masalah, dan menerapkan kemampuan tersebut dalam lingkungan kerja yang terus berkembang,” ujar Herdian.

Salah satu upaya Wadhwani Foundation Indonesia dilakukan melalui Wadhwani JobReady. Program tersebut dirancang untuk membantu peserta mengembangkan berbagai kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, mulai dari kompetensi teknis, keterampilan interpersonal, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi hingga kemauan untuk terus belajar.

Peserta dalam ekosistem Wadhwani JobReady berasal dari tiga kelompok pendaftaran, yakni Focus, B2B dan B2C. Sepanjang 2025, kelompok Focus mencatat 15.963 peserta, sedangkan sekitar 35.000 peserta tambahan berasal dari kelompok B2B dan B2C.

Sementara pada periode Januari hingga Juli 2026, sebanyak 10.743 peserta telah mendaftar dalam Wadhwani JobReady. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.710 peserta tercatat mengalami peningkatan kapabilitas yang terukur.

Capaian tersebut menunjukkan pengembangan talenta tidak hanya dilihat dari jumlah orang yang mengikuti program. Wadhwani Foundation Indonesia juga mulai menempatkan peningkatan kemampuan dan hasil yang diperoleh peserta sebagai indikator untuk melihat dampak program.

Herdian mengatakan perkembangan teknologi, termasuk AI, membuat kebutuhan untuk memperbarui keterampilan menjadi semakin penting. Perubahan tersebut menurutnya bukan hanya menyangkut penggunaan teknologi atau perangkat baru, tetapi juga kompetensi yang harus dimiliki seseorang ketika memasuki dunia kerja.

“Ketika teknologi dan AI mengubah cara kita bekerja, kebutuhan untuk meningkatkan dan memperbarui keterampilan menjadi semakin penting. Bagi kami, teknologi bukan hanya persoalan perubahan perangkat atau alat, tetapi juga perubahan kemampuan yang dibutuhkan. Karena itu, kami ingin memastikan peserta memiliki kemampuan yang dapat membantu mereka terus belajar dan beradaptasi dengan dunia kerja yang berkembang,” tambah Herdian.

Selain menyiapkan individu untuk memasuki dunia kerja, Wadhwani Foundation Indonesia juga mendorong pengembangan pola pikir kewirausahaan melalui Wadhwani Ignite.

Program tersebut dirancang agar generasi muda tidak hanya memahami konsep kewirausahaan, tetapi juga mampu melihat peluang, mengambil inisiatif, memecahkan persoalan dan mengembangkan solusi.

Wadhwani Foundation memandang kewirausahaan tidak sebatas aktivitas mendirikan perusahaan rintisan. Kapabilitas kewirausahaan juga dinilai relevan bagi individu yang akan memasuki dunia kerja maupun mereka yang ingin mengembangkan usaha.

Melalui Wadhwani Ignite, peserta mendapatkan kesempatan mengeksplorasi sekaligus menguji gagasan bisnis. Proses tersebut memungkinkan peserta memahami bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi solusi yang memiliki nilai.

Sepanjang 2025, Wadhwani Ignite menjangkau 45.210 peserta melalui 232 lembaga mitra di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.205 peserta tercatat menyelesaikan program.

Direktur Wadhwani Entrepreneurship Network (WEN) Indonesia, Dr. Dion Dewa Barata mengatakan kemampuan kewirausahaan dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

“Kewirausahaan bukan hanya tentang menciptakan usaha rintisan. Kemampuan untuk melihat peluang, mengambil inisiatif, memecahkan masalah, dan menciptakan solusi merupakan kemampuan yang relevan bagi siapa pun yang akan menghadapi dunia kerja. Karena itu, kami ingin membangun pola pikir kewirausahaan sejak tahap pendidikan,” ujar Dion.

Dengan pendekatan tersebut, pendidikan kewirausahaan tidak hanya ditempatkan sebagai pembelajaran teori. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan proses mengeksplorasi dan menguji gagasan sebelum mengembangkan ide bisnis.

Namun, pengembangan talenta dan pola pikir kewirausahaan dinilai belum cukup untuk menciptakan lapangan kerja secara berkelanjutan. Pertumbuhan bisnis yang telah berjalan juga menjadi bagian dari ekosistem karena bisnis yang berkembang memiliki kapasitas untuk menciptakan peluang ekonomi dan pekerjaan.

Atas dasar itu, Wadhwani Foundation Indonesia melengkapi pendekatannya melalui Wadhwani Accelerate. Program tersebut menyasar bisnis yang telah menghasilkan pendapatan, termasuk usaha rintisan serta usaha kecil dan menengah, untuk memperkuat kemampuan dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Wadhwani Accelerate diluncurkan di Indonesia pada 2026. Program tersebut menyasar bisnis yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang. Pada periode Januari hingga Juli 2026, tercatat 26 perusahaan berada dalam tahap seleksi.

Dalam program tersebut, penciptaan lapangan kerja ditempatkan sebagai salah satu hasil utama. Pendekatannya didasarkan pada pemahaman bahwa bisnis yang mampu tumbuh memiliki kapasitas lebih besar untuk membuka peluang ekonomi dan pekerjaan.

“Kalau kita ingin menciptakan lebih banyak pekerjaan, kita tidak bisa hanya berfokus pada sisi talenta. Kita juga perlu memperkuat bisnis yang menciptakan pekerjaan tersebut. Karena itu, talenta, kewirausahaan, dan pertumbuhan bisnis menjadi tiga bagian yang saling terhubung dalam pendekatan Wadhwani,” jelas Dion.

Ketiga program tersebut kemudian ditempatkan sebagai bagian dari satu ekosistem yang saling terhubung. Wadhwani JobReady berfokus pada persiapan individu agar lebih siap memasuki sekaligus beradaptasi dengan dunia kerja.

Sementara Wadhwani Ignite diarahkan untuk membangun pola pikir dan kemampuan kewirausahaan agar generasi muda mampu mengeksplorasi serta menciptakan peluang. Adapun Wadhwani Accelerate mendukung bisnis yang telah menghasilkan pendapatan agar dapat berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan kerja.

Secara keseluruhan, tiga program Wadhwani Foundation Indonesia telah menjangkau lebih dari 63.000 peserta sepanjang 2025.

Ke depan, Wadhwani Foundation Indonesia menyatakan pengukuran dampak program akan semakin diarahkan pada hasil yang lebih luas, mulai dari peningkatan kesiapan kerja dan kapabilitas peserta, perkembangan kewirausahaan, hasil ketenagakerjaan, pertumbuhan bisnis hingga penciptaan lapangan kerja.

Dengan menghubungkan pengembangan talenta, penguatan kewirausahaan dan pertumbuhan bisnis, Wadhwani Foundation Indonesia berkomitmen memperluas kontribusinya terhadap ekosistem ekonomi Indonesia. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mempersiapkan talenta menghadapi perubahan dunia kerja, membangun generasi wirausaha yang memiliki kapabilitas, serta membantu bisnis tumbuh dan menciptakan lapangan kerja secara berkelanjutan.
 

Berita Terkait