Perspektif.co.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah pada perdagangan Rabu, 3 Desember 2025. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas satuan 1 gram kini berada di Rp 2.412.000, turun Rp 13.000 dari posisi sehari sebelumnya di Rp 2.425.000.
Harga buyback atau harga pembelian kembali juga bergerak mengikuti tren pasar dan tercatat berada di Rp 2.235.000 per gram.
Penurunan harga tidak hanya terjadi pada pecahan kecil, tetapi merata di hampir seluruh ukuran emas. Berikut perbandingan harga emas Antam dari 2 Desember ke 3 Desember 2025: Berikut rngkasan Perubahan Harga Emas Antam :
- 0,5 gram: Rp 1.262.500 → Rp 1.256.000 (turun Rp 6.500)
- 1 gram: Rp 2.425.000 → Rp 2.412.000 (turun Rp 13.000)
- 5 gram: Rp 11.940.000 → Rp 11.835.000 (turun Rp 105.000)
- 10 gram: Rp 23.800.000 → Rp 23.615.000 (turun Rp 185.000)
- 25 gram: Rp 59.335.000 → Rp 58.912.000 (turun Rp 423.000)
- 50 gram: Rp 118.505.000 → Rp 117.745.000 (turun Rp 760.000)
- 100 gram: Rp 236.860.000 → Rp 235.412.000 (turun Rp 1.448.000)
- 250 gram: Rp 591.840.000 → Rp 588.265.000 (turun Rp 3.575.000)
- 500 gram: Rp 1.183.400.000 → Rp 1.176.320.000 (turun Rp 7.080.000)
- 1.000 gram: Rp 2.365.600.000 → Rp 2.352.600.000 (turun Rp 13.000.000)
Sementara itu, di Butik Logam Mulia harga emas 0,5 gram tercatat Rp 1.256.000, sedangkan pecahan 5 gram berada di Rp 11.835.000. Untuk ukuran besar seperti 100 gram, harganya berada di Rp 235.412.000.
Pelemahan emas dalam sepekan terakhir sejalan dengan kondisi global. Ada dua faktor utama:
1. Penguatan Dolar AS
Dolar menguat seiring keyakinan pasar bahwa inflasi AS mulai terkendali, sehingga pelaku pasar kembali memburu aset dolar.
2. Ekspektasi Kebijakan The Fed
Pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga lebih lama. Kebijakan moneter ketat biasanya membuat emas tertekan karena tidak memberikan imbal hasil seperti aset berbunga.
Saatnya Beli atau Jual Emas?
Rekomendasi untuk hari ini cenderung Buy on Weakness karena harga sedang turun stabil dan berada dalam tren koreksi sepekan terakhir. Kemudian Emas berpotensi kembali menguat jika The Fed memberi sinyal pelonggaran moneter pada awal 2026.
Selain itu, cocok untuk akumulasi bertahap bagi investor jangka panjang.***