22 February 2026, 03:09

Perahu Migran Terbalik di Laut Kreta Yunani, 3 Tewas—Evakuasi Libatkan Kapal Dagang, Frontex Ikut Turun

Sebuah perahu yang membawa migran dilaporkan terbalik di perairan Pulau Kreta, Yunani, Minggu (22/2/2026) dini hari waktu setempat.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,244
Perahu Migran Terbalik di Laut Kreta Yunani, 3 Tewas—Evakuasi Libatkan Kapal Dagang, Frontex Ikut Turun
Foto: Ilustrasi kapal tenggelam (Dok detikcom)

Perspektif.co.id - Sebuah perahu yang membawa migran dilaporkan terbalik di perairan Pulau Kreta, Yunani, Minggu (22/2/2026) dini hari waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan tiga orang, sementara 20 migran lainnya berhasil diselamatkan dalam operasi yang masih berlanjut.

Otoritas setempat menyebut proses penyelamatan melibatkan kapal komersial yang bergerak atas perintah Pusat Pencarian dan Penyelamatan Yunani. Mayoritas korban disebut berasal dari Mesir dan Sudan, serta terdapat empat anak dalam rombongan yang terdampak peristiwa tersebut. 

Pencarian korban lainnya masih dilakukan. Juru bicara penjaga pantai Yunani menyampaikan, “Pencarian korban selamat terus dilakukan dengan empat kapal patroli, sebuah pesawat, dan dua kapal dari badan perbatasan Eropa Frontex.” 

Penyiar publik Yunani, ERT, melaporkan kecelakaan terjadi ketika kapal yang mendekat berupaya menjangkau perahu kayu para migran. Saat para penumpang mencoba naik melalui tangga menuju kapal, pergerakan mendadak disebut membuat perahu kecil itu oleng dan akhirnya terbalik. 

Masih merujuk laporan ERT yang dikutip dalam pemberitaan tersebut, para penyintas menyebut perkiraan jumlah penumpang di perahu kayu itu mencapai sekitar 50 orang. Di lokasi yang sama, aparat juga mendapati adanya perahu kedua yang membawa sekitar 40 migran, sehingga memicu operasi penyelamatan lain di sekitar area kejadian. 

Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur penyeberangan Mediterania, khususnya rute Libya–Kreta yang belakangan ramai ditempuh migran untuk memasuki wilayah Uni Eropa. Dalam lebih dari setahun terakhir, Kreta kerap disebut sebagai “pintu gerbang” baru karena pengawasan di rute-rute lain diperketat dan para penyelundup menggeser jalur ke perairan yang lebih jauh serta berisiko.

Data UNHCR menunjukkan arus kedatangan melalui wilayah Kreta memang signifikan. Dalam “Sea Arrivals Dashboard” UNHCR, disebutkan bahwa sepanjang 2025 mayoritas pengungsi dan pencari suaka yang tiba di Yunani masuk melalui region Kreta (sekitar 44% dari kedatangan). (UNHCR) Sementara itu, laporan lain yang juga mengutip UNHCR menyebut lebih dari 16.770 orang pencari suaka telah tiba di Kreta sejak awal tahun (dalam konteks 2025). 

Di tengah lonjakan kedatangan, kebijakan Yunani juga menuai perhatian. Pemerintah Yunani pada pertengahan 2025 sempat mengesahkan kebijakan penangguhan pemrosesan klaim suaka selama tiga bulan bagi migran yang masuk lewat jalur laut dari Libya, langkah yang dikritik sejumlah organisasi kemanusiaan. 

Terpisah, UNHCR mencatat risiko kematian di laut tetap tinggi di jalur menuju Eropa. Portal data UNHCR untuk rute Mediterania dan Atlantik Barat mencatat “dead and missing” pada 2025 berada di angka 1.126 orang (cakupan rute menuju Eropa, bukan khusus Yunani). 

Berita Terkait