13 December 2025, 19:21

PBNU Resmi Geser Katib Aam: Prof Mohammad Nuh Ditunjuk, Rapat Gabungan Syuriyah–Tanfidziyah Bahas Reposisi Pengurus

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan perubahan penting dalam struktur kepengurusan setelah menggelar rapat gabungan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,747
PBNU Resmi Geser Katib Aam: Prof Mohammad Nuh Ditunjuk, Rapat Gabungan Syuriyah–Tanfidziyah Bahas Reposisi Pengurus
Muhammad Nuh (Grandyos Zafna)

Perspektif.co.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan perubahan penting dalam struktur kepengurusan setelah menggelar rapat gabungan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (13/12/2025). Salah satu keputusan yang diumumkan ke publik adalah penunjukan Prof Dr H Mohammad (Muhammad) Nuh sebagai Katib Aam PBNU

Wakil Ketua Umum PBNU Prof Mohammad Mukri menjelaskan rapat tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan internal yang sebelumnya digelar dalam rapat pleno. “Reposisi kepengurusan setelah kemarin kita ada rapat pleno. Maka hari ini baru saja diadakan rapat gabungan antara jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah,” ujar Mukri kepada wartawan di kantor PBNU, Sabtu (13/12/2025). 

Dalam rapat gabungan itu, Mukri menegaskan perubahan posisi Katib Aam telah diputuskan dan mulai berlaku sejak hari yang sama. “Di antara hasil yang tadi disepakati adalah adanya reposisi Katib Aam. Jadi, Katib Aam PBNU sejak hari ini ditetapkan adalah Bapak Prof Dr H Mohammad Nuh,” ucapnya. 

Berdasarkan laporan ANTARA, rapat gabungan tersebut turut dihadiri sejumlah jajaran pimpinan, termasuk Rais Aam PBNU, Wakil Rais Aam Buya KH Afifuddin Muhajir, serta Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa yang disebut hadir dalam agenda rapat pada Sabtu sore itu. 

PBNU menyatakan reposisi tidak berhenti pada penetapan Katib Aam. Mukri menyebut terdapat pembahasan reposisi pada posisi lainnya, namun teknis dan rincian lanjutan diserahkan kepada tim yang dipimpin Rais Aam bersama Pj Ketua Umum PBNU. Dengan kata lain, penataan struktur masih berjalan dan akan ditindaklanjuti lewat mekanisme internal organisasi. 

Selain agenda perombakan struktur, rapat gabungan juga memutuskan pembentukan kepanitiaan untuk dua agenda besar PBNU. Mukri mengatakan rapat membahas dan menyepakati panitia untuk Musyawarah Nasional (Munas) serta peringatan Harlah yang disebut sebagai “Harlah satu abad Masehi”. 

PBNU juga menempatkan persiapan Muktamar sebagai salah satu fokus kerja ke depan. Mukri menyebut, pembahasan dalam Munas akan mengarah pada persiapan pelaksanaan Muktamar, sementara lokasi dan waktu pelaksanaannya masih akan ditentukan pada tahapan berikutnya. “Tapi tadi fokus kita di antaranya adalah menyiapkan Muktamar yang akan datang,” kata Mukri. 

Penunjukan Prof Mohammad Nuh sebagai Katib Aam muncul di tengah dinamika rapat-rapat internal PBNU dalam beberapa hari terakhir. NU Online melaporkan adanya perkembangan terkait forum-forum internal PBNU yang menjadi sorotan, termasuk pembahasan legalitas dan format rapat di lingkungan organisasi. 

Dengan keputusan ini, PBNU menegaskan jalur konsolidasi melalui forum gabungan Syuriyah–Tanfidziyah untuk menata ulang kepengurusan sekaligus menyiapkan agenda strategis organisasi pada periode mendatang.

Berita Terkait