25 December 2025, 19:37

Rais Aam Maafkan Gus Yahya soal Berkowitz, PBNU Sepakat Muktamar Digelar Secepatnya

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan Rais Aam dan Wakil Rais Aam telah menerima permintaan maaf Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
1,620
Rais Aam Maafkan Gus Yahya soal Berkowitz, PBNU Sepakat Muktamar Digelar Secepatnya
Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU telah menerima permohonan maaf Gus Yahya soal undangannya ke akademisi pro-zionis Israel, Peter Berkowitz. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal).

Perspektif.co.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan Rais Aam dan Wakil Rais Aam telah menerima permintaan maaf Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya terkait polemik undangan akademisi asal Amerika Serikat, Peter Berkowitz, dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU). Sikap memaafkan itu disampaikan bersamaan dengan hasil Forum Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar PBNU yang digelar di Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).

Katib Aam PBNU Prof Mohammad Nuh mengatakan forum tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan mengarah pada konsolidasi organisasi melalui jalur konstitusional. “Ada kesepahaman bersama untuk melangkah ke depan secara konstitusional,” kata Nuh dalam keterangan yang diterima pada Kamis (25/12).

Selain membahas arah penyelesaian dinamika internal, forum itu juga menyepakati penyelenggaraan muktamar dalam waktu dekat. PBNU menyebut pelaksanaan muktamar akan disiapkan melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan perkumpulan yang berlaku, dengan penyiapan langkah teknis agar berjalan tertib dan sah. “PBNU siap melaksanakan Muktamar… dalam waktu segera,” ujar Nuh.

Di saat yang sama, Nuh menegaskan adanya kebesaran jiwa dari jajaran Syuriyah. Ia menyampaikan Rais Aam dan Wakil Rais Aam memberikan maaf atas permohonan maaf Gus Yahya terkait undangan Berkowitz yang dinilai dilakukan karena kurang cermat. “Semangat yang dibangun adalah kebersamaan dan menjaga keutuhan organisasi,” katanya.

Polemik soal Berkowitz sebelumnya menjadi salah satu isu yang ikut memanaskan dinamika di PBNU, terutama setelah muncul sorotan terhadap AKN NU dan tata kelola internal organisasi. Dalam penjelasan resmi yang pernah disampaikan sebelumnya, Gus Yahya menyatakan undangan tersebut adalah kekhilafan dalam proses seleksi narasumber dan menegaskan sikap PBNU atas isu Palestina tidak berubah. “PBNU mendukung perjuangan bangsa Palestina,” ujar Gus Yahya dalam pernyataan terdahulu. 

NU melalui kanal resminya juga pernah memaparkan rangkaian mekanisme internal terkait dinamika kepemimpinan, termasuk rapat-rapat kelembagaan dan tabayun yang menekankan bahwa proses organisasi berjalan melalui tahapan forum resmi serta merujuk aturan AD/ART dan peraturan perkumpulan.

Berita Terkait