18 February 2026, 12:29

OpenAI Ubah Kebijakan Privasi Global: Pengguna Bisa Kendalikan Data, Batasi Pelatihan AI, dan Atur Preferensi Iklan

OpenAI perbarui kebijakan privasi: kontrol data, opsi tolak pelatihan AI, dan pengaturan iklan yang lebih transparan untuk pengguna global.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
748
OpenAI Ubah Kebijakan Privasi Global: Pengguna Bisa Kendalikan Data, Batasi Pelatihan AI, dan Atur Preferensi Iklan
Ilustrasi kebijakan privasi OpenAI 2026: kontrol data pengguna, pengaturan iklan, dan fitur pengecualian pelatihan AI bergaya futuristik minimalis. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id OpenAI merilis pembaruan besar pada kebijakan privasinya pada 6 Februari 2026, menjelaskan bagaimana data pengguna dikumpulkan, diproses, dan digunakan di seluruh layanan seperti ChatGPT, Sora, dan platform API. Pembaruan ini berlaku secara global, termasuk penyesuaian khusus untuk wilayah dengan regulasi ketat seperti Uni Eropa, Inggris, Swiss, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Dalam dokumen terbaru, OpenAI menegaskan bahwa mereka mengumpulkan data pribadi seperti nama, kontak, kredensial akun, riwayat transaksi, serta konten yang diunggah pengguna—mulai dari teks, gambar, audio, video, hingga karakter digital seperti Sora. Data interaksi di media sosial, email, dan forum publik juga dapat dianalisis sebagai bagian dari peningkatan layanan.

Seorang juru bicara OpenAI mengatakan,
“Kami ingin memastikan pengguna memahami data apa yang dikumpulkan dan memberi mereka kendali penuh atas bagaimana data tersebut digunakan.”

Melalui portal privasi yang diperbarui, pengguna kini dapat mengakses, mengunduh, memperbaiki, atau menghapus data pribadi mereka. Pengguna juga dapat meminta pengecualian agar konten mereka tidak digunakan untuk melatih model AI, termasuk permintaan penghapusan data dari respons ChatGPT, bahkan jika mereka tidak memiliki akun.

Seorang analis kebijakan digital menilai langkah ini sebagai respons terhadap tekanan regulasi global.
“OpenAI bergerak untuk memenuhi standar privasi internasional sambil mempertahankan fleksibilitas inovasi AI,” ujarnya.

OpenAI juga menegaskan bahwa kebijakan privasi ini tidak berlaku untuk pelanggan ChatGPT Enterprise, API, atau layanan pendidikan. Dalam konteks tersebut, data diproses berdasarkan kontrak dan tidak digunakan untuk melatih model AI publik.

Seorang pakar keamanan siber menambahkan,
“Pemisahan antara data konsumen dan data perusahaan adalah langkah penting untuk menjaga kepercayaan industri.”

Kebijakan Baru Terkait Iklan

Bagian yang paling menarik perhatian adalah penjelasan baru mengenai bagaimana OpenAI menangani iklan dan personalisasi konten komersial. OpenAI menyatakan bahwa mereka dapat menggunakan data tertentu untuk menampilkan iklan yang relevan, namun pengguna diberi opsi untuk membatasi atau menonaktifkan personalisasi tersebut.

Dalam kebijakan baru, OpenAI menegaskan bahwa mereka tidak menjual data pribadi pengguna kepada pengiklan, tetapi dapat menggunakan sinyal perilaku umum untuk menampilkan iklan kontekstual di wilayah yang mengizinkan praktik tersebut.

Seorang pakar privasi digital menjelaskan,
“Model bisnis berbasis AI mulai bergerak ke arah monetisasi yang lebih transparan, dan OpenAI mencoba menyeimbangkan kebutuhan pendapatan dengan perlindungan privasi.”

Pengguna dapat mengatur preferensi iklan melalui pengaturan akun, termasuk memilih apakah data interaksi mereka boleh digunakan untuk meningkatkan relevansi iklan atau tidak. Untuk pengguna di wilayah dengan regulasi ketat seperti Uni Eropa, personalisasi iklan hanya diaktifkan jika pengguna memberikan persetujuan eksplisit.

Seorang pengguna ChatGPT di X menulis,
“Selama saya bisa mematikan iklan yang dipersonalisasi, saya tidak keberatan. Yang penting transparan.”

Dengan pembaruan ini, OpenAI berupaya menyeimbangkan inovasi AI, kepatuhan regulasi, dan transparansi penggunaan data, di tengah meningkatnya kekhawatiran global tentang bagaimana perusahaan AI mengelola informasi pribadi.

Berita Terkait