TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — OpenAI secara resmi meluncurkan fitur bernama dynamic visual explanations ke dalam platform ChatGPT pada Selasa, 10 Maret 2026, sebuah kemampuan yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan representasi visual dari rumus-rumus matematika dan konsep-konsep sains secara waktu nyata—bukan sekadar membaca penjelasan teks statis seperti sebelumnya.
Fitur baru ini mencakup lebih dari 70 konsep inti matematika dan sains, mulai dari teorema Pythagoras, Hukum Ohm, Hukum Coulomb, persamaan lensa, hingga bunga majemuk. Saat pengguna meminta ChatGPT menjelaskan salah satu topik tersebut, chatbot kini menghasilkan modul dinamis lengkap dengan slider yang dapat digeser—dan setiap perubahan variabel langsung memperbarui persamaan, grafik, serta diagram secara instan tanpa perlu memuat ulang.
Pembaruan ini tersedia bagi seluruh pengguna ChatGPT yang sudah login, tanpa memandang jenis paket langganan yang digunakan—termasuk pengguna gratis. OpenAI menegaskan bahwa segmen pelajar setingkat SMA dan mahasiswa kemungkinan besar akan merasakan manfaat terbesar dari fitur ini.
OpenAI mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 140 juta orang menggunakan ChatGPT setiap minggu untuk keperluan belajar matematika dan sains. Data internal perusahaan yang dirilis pada Januari 2026 juga mencatat bahwa platform tersebut menerima sekitar 8,4 juta pesan mingguan terkait topik-topik STEM tingkat lanjut dari sekitar 1,3 juta pengguna aktif mingguan—angka yang menggambarkan besarnya permintaan nyata terhadap dukungan pendidikan berkualitas tinggi di dalam ekosistem AI tersebut.
“Ini baru permulaan,” tulis OpenAI dalam pengumuman resminya. “Seiring waktu, kami berencana memperluas pembelajaran interaktif ke berbagai mata pelajaran tambahan dan terus membangun alat-alat yang memperkuat proses belajar bersama ChatGPT.”
Anjini Grover, seorang guru matematika SMA yang dikutip dalam pengumuman OpenAI, menyebut fitur ini menonjol karena “betapa kuatnya fitur ini menekankan pemahaman konseptual.” Sementara itu, guru aljabar SMA Raquel Gibson menyebutnya sebagai “langkah menuju pemberdayaan siswa untuk secara mandiri mengeksplorasi konsep-konsep abstrak.”
Peluncuran ini melengkapi deretan fitur edukasi ChatGPT yang sudah ada sebelumnya, termasuk study mode—sistem tutor Socratik yang diluncurkan musim panas 2025 yang membimbing pengguna menemukan jawaban sendiri—serta QuizGPT untuk latihan soal dan persiapan ujian.
Dari sisi persaingan, Google Gemini telah lebih dulu meluncurkan diagram interaktif dan visualisasi serupa pada November lalu, namun OpenAI mengklaim belum ada kompetitor yang menghadirkan sesuatu yang setara dengan visualisasi formula interaktif real-time yang tertanam langsung di dalam antarmuka percakapan. Anthropic dengan Claude, serta xAI dengan Grok, sama-sama berinvestasi di sektor pendidikan, tetapi fitur serupa belum dirilis oleh keduanya.
Peluncuran fitur ini terjadi di tengah tekanan berat yang dihadapi OpenAI secara bersamaan: gugatan hukum dari keluarga korban penembakan massal berusia 12 tahun, hengkangnya kepala divisi robotika perusahaan menyusul kontroversi kontrak Pentagon, hingga laporan bahwa Claude dari Anthropic kini bertengger di puncak App Store. Perusahaan diperkirakan membakar sekitar 15 miliar dolar AS (sekitar Rp 245 triliun) dalam bentuk kas sepanjang tahun ini. Di tengah gejolak itu, pendidikan tetap menjadi medan pertempuran strategis yang paling bersih bagi OpenAI—dan fitur visual interaktif ini adalah taruhan terbarunya untuk mempertahankan dominasi di sana.