TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Nvidia mengumumkan langkah besar di ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona dengan menggandeng Nokia, Ericsson, T‑Mobile, Deutsche Telekom, dan sejumlah operator global lain untuk membangun jaringan 6G berbasis platform AI-native yang terbuka dan aman. Komitmen ini menandai upaya bersama industri untuk merancang infrastruktur nirkabel generasi berikutnya yang mampu menopang lonjakan kebutuhan komputasi, sensor, robotika, hingga miliaran perangkat otonom.
“AI sedang mendefinisikan ulang komputasi dan mendorong pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia — dan telekomunikasi adalah sektor berikutnya,” ujar Jensen Huang, CEO Nvidia.
Koalisi ini menargetkan arsitektur 6G yang sepenuhnya software-defined, memungkinkan jaringan berevolusi secepat inovasi perangkat lunak. Dengan menanamkan kecerdasan buatan di seluruh lapisan jaringan — mulai dari radio access network (RAN), edge, hingga core — 6G dirancang untuk menghadirkan sensing terintegrasi, pengambilan keputusan real-time, serta interoperabilitas yang lebih kuat. Pendekatan ini juga diharapkan memperkuat ketahanan rantai pasok dan mempercepat inovasi lintas ekosistem, dari operator besar hingga startup dan peneliti.
“Bersama koalisi global pemimpin industri, Nvidia membangun AI‑RAN untuk mentransformasi jaringan telekomunikasi dunia menjadi infrastruktur AI di mana-mana,” lanjut Huang.
Inisiatif ini juga membawa dimensi geopolitik. Dengan meningkatnya persaingan teknologi global, langkah Nvidia dan mitra-mitranya dipandang sebagai strategi penting untuk memperkuat posisi Amerika Serikat dalam infrastruktur nirkabel masa depan. Komitmen ini melanjutkan kolaborasi Nvidia dengan Nokia yang diumumkan pada Oktober 2025, sekaligus memperluas kerja sama dengan pemerintah dan industri di Eropa, Jepang, Korea, Inggris, dan AS.
Transformasi menuju 6G AI-native diproyeksikan menjadi fondasi bagi “physical AI” — jaringan yang tidak hanya menghubungkan manusia, tetapi juga mengorkestrasi robot, kendaraan otonom, sensor industri, dan perangkat cerdas dalam skala masif. Dengan arsitektur lama yang tidak lagi memadai untuk kompleksitas tersebut, koalisi ini menegaskan bahwa masa depan konektivitas harus dibangun di atas platform terbuka, tepercaya, dan sepenuhnya digerakkan oleh AI.