15 February 2026, 23:37

Muak dengan Konten Sampah? Threads Rilis Fitur 'Dear Algo' untuk Reset Total Feed Kamu!

Threads rilis fitur Dear Algo Februari 2026. Pengguna kini bisa atur manual algoritma feed dan blokir engagement bait. Simak cara kerjanya di sini.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
808
Muak dengan Konten Sampah? Threads Rilis Fitur 'Dear Algo' untuk Reset Total Feed Kamu!
Ilustrasi fitur Dear Algo Threads 2026: Antarmuka smartphone untuk reset algoritma & kustomisasi feed manual. Solusi Meta atasi konten sampah & engagement bait. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Era kepasrahan pengguna media sosial terhadap gelombang konten viral yang tidak relevan akhirnya menemui titik balik di platform Threads pada pertengahan Februari 2026. Meta secara resmi meluncurkan pembaruan radikal yang diberi nama "Dear Algo", sebuah fitur yang memberikan otoritas penuh kepada pengguna untuk melakukan kalibrasi ulang terhadap algoritma "For You" mereka secara manual, sebuah langkah yang dinilai menyimpang dari tradisi industri yang biasanya merahasiakan mekanisme rekomendasi konten.

Pembaruan ini hadir sebagai respons langsung terhadap kritik tajam yang menghujani platform tersebut selama beberapa bulan terakhir, di mana pengguna mengeluhkan dominasi konten "engagement bait" atau pancingan emosi yang memenuhi linimasa mereka. Melalui antarmuka baru ini, pengguna tidak lagi hanya bergantung pada sinyal pasif seperti like atau repost, melainkan dapat mengakses menu khusus untuk memberikan instruksi eksplisit kepada sistem mengenai topik spesifik, kata kunci, hingga tipe akun yang ingin mereka prioritaskan atau hilangkan sepenuhnya dari pandangan.

“Kami menyadari bahwa sinyal implisit sering kali salah diartikan oleh mesin. Klik tidak selalu berarti suka. Oleh karena itu, 'Dear Algo' adalah cara kami menyerahkan kemudi kembali kepada komunitas untuk menentukan sendiri pengalaman digital mereka,” tegas Adam Mosseri, Kepala Instagram dan Threads, dalam sebuah video pengumuman yang diunggah langsung ke akun pribadinya sesaat setelah fitur tersebut digulirkan secara global.

Mekanisme ini bekerja dengan memungkinkan pengguna untuk menuliskan preferensi mereka dalam format bahasa alami di pengaturan privasi, yang kemudian akan diterjemahkan oleh model bahasa besar (LLM) Meta untuk menyaring miliaran postingan harian. Langkah ini dianggap sebagai pertaruhan besar bagi Meta, mengingat model bisnis media sosial tradisional sangat bergantung pada algoritma yang memicu adiksi emosional untuk menahan pengguna lebih lama di dalam aplikasi.

“Transparansi ini mungkin akan menurunkan sedikit durasi sesi per pengguna dalam jangka pendek, tetapi ini adalah harga yang harus dibayar untuk membangun kepercayaan jangka panjang dan ekosistem percakapan yang lebih sehat,” tambah juru bicara Meta dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis teknologi di kantor pusat mereka di Menlo Park.

Peluncuran ini juga mencakup kemampuan untuk memblokir total kategori konten tertentu seperti politik partisan atau spoiler film, yang sebelumnya sulit dilakukan secara efektif hanya dengan fitur mute biasa. Analis industri memprediksi bahwa langkah berani Threads ini akan memaksa pesaing utamanya, X (sebelumnya Twitter) dan Bluesky, untuk segera mengadopsi transparansi serupa jika tidak ingin ditinggalkan oleh basis pengguna yang semakin sadar akan kesehatan mental digital.

Berita Terkait