23 February 2026, 20:25

Masjid di Tell Dibakar, Grafiti Rasis Disemprot! Otoritas Palestina Kecam, Militer Israel Klaim Buru Pelaku

Ketegangan di Tepi Barat kembali memanas setelah Otoritas Palestina melaporkan serangan pemukim Israel terhadap sebuah masjid di Desa Tell, dekat Nablus

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,303
Masjid di Tell Dibakar, Grafiti Rasis Disemprot! Otoritas Palestina Kecam, Militer Israel Klaim Buru Pelaku
Kondisi masjid di Tepi Barat usai dibakar pemukim Israel (Foto: AFP/JAAFAR ASHTIYEH)

Perspektif.co.id - Ketegangan di Tepi Barat kembali memanas setelah Otoritas Palestina melaporkan serangan pemukim Israel terhadap sebuah masjid di Desa Tell, dekat Nablus, pada Senin (23/2/2026). Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Otoritas Palestina menyebut sebagian Masjid Abu Bakr al-Siddiq terbakar dan dindingnya dicoret slogan bernada rasis. 

Dalam pernyataannya, kementerian menyatakan pihaknya “mengutuk upaya” pembakaran sebagian masjid tersebut, sekaligus mengecam vandalisme berupa tulisan rasis di area rumah ibadah. (detiknews) Kementerian juga mengaitkan insiden ini dengan tren yang mereka nilai meningkat. Mereka mencatat sepanjang 2025 terdapat 45 serangan terhadap masjid di Tepi Barat. 

Kementerian Wakaf Otoritas Palestina menggambarkan aksi pembakaran sebagian masjid sebagai dampak dari iklim penghasutan kebencian. “Pembakaran sebagian masjid jelas menunjukkan kebiadaban…,” tulis pernyataan tersebut, sembari menyinggung risiko terhadap tempat suci Islam dan Kristen di Palestina.

Jurnalis AFP yang dikutip dalam laporan setempat melaporkan kondisi masjid menunjukkan bekas kebakaran di bagian dalam: karpet dilaporkan terbakar, pintu depan rusak, sementara dinding dan jendela menghitam akibat api. Namun, tidak ada kerusakan struktural karena api disebut tidak menjalar ke seluruh bangunan. (detiknews) Sejumlah laporan lain juga menyebut kebakaran terjadi di area pintu/akses masuk, dan warga setempat berupaya memadamkan api sebelum meluas. 

Militer Israel, dalam pernyataan kepada AFP, menyebut pasukan tentara dan polisi telah dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan serta rekaman pascakejadian. “(Pasukan) dikirim ke daerah Tell…,” kata militer Israel, seraya menyatakan pencarian terhadap terduga pelaku masih berlangsung. (detiknews) Otoritas Israel juga menyampaikan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. “Tidak ada korban luka yang dilaporkan,” demikian pernyataan yang dikutip. 

Gubernur wilayah Nablus yang mencakup Tell, Ghassan Daghlas, turut mengecam serangan itu lewat video di media sosial. Daghlas menyatakan warga akan membangun kembali masjid yang dirusak. “Mereka membakar masjid, dan kamilah yang membangunnya kembali,” ujarnya. 

Insiden di Tell terjadi di wilayah Tepi Barat yang sejak lama menjadi titik gesekan. Di kawasan ini, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman dan pos terdepan, sementara sekitar tiga juta warga Palestina hidup di wilayah yang diduduki Israel sejak 1967. (detiknews) Status permukiman Israel di wilayah pendudukan secara luas dipandang melanggar hukum internasional—antara lain ditegaskan melalui Resolusi DK PBB 2334 yang menyatakan aktivitas permukiman “tidak memiliki keabsahan hukum” serta merupakan pelanggaran berat.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu perluasan permukiman dan kekerasan di Tepi Barat juga menjadi perhatian lembaga internasional. OCHA PBB, misalnya, secara berkala melaporkan eskalasi insiden kekerasan terkait pemukim dan dampaknya terhadap warga Palestina, termasuk pengungsian dan kerusakan properti. 

Berita Terkait