05 December 2025, 16:53

Lampung Dihantam Banjir Beruntun, 4 Kabupaten Terdampak, Ratusan Rumah Terendam & Porak-poranda

Hujan deras yang mengguyur wilayah Provinsi Lampung sejak Rabu (3/12/2025) memicu rangkaian bencana hidrometeorologi.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
3,079
Lampung Dihantam Banjir Beruntun, 4 Kabupaten Terdampak, Ratusan Rumah Terendam & Porak-poranda
Potret banjir di Lampung, 4 kabupaten terdampak akibat hujan deras

LAMPUNG,Perspektif.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Provinsi Lampung sejak Rabu (3/12/2025) memicu rangkaian bencana hidrometeorologi. Empat kabupaten, yakni Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Utara, dan Lampung Selatan dilaporkan terdampak banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung, dengan ratusan rumah warga terendam dan rusak.

Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, membenarkan adanya kejadian bencana di sejumlah wilayah tersebut. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan detail terkait kerusakan dan jumlah warga terdampak.

“Sejauh ini ada empat kabupaten yang melaporkan terdampak banjir dan angin kencang. Tim kami masih bergerak di lapangan untuk mendata dan memastikan kebutuhan darurat warga,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Kamis (4/12/2025).

Rangkaian bencana dimulai di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, pada Selasa sore (2/12/2025). Angin puting beliung menerjang tiga desa dan merusak sedikitnya 34 rumah warga. Hembusan angin kencang dalam waktu singkat merobohkan atap dan memporak-porandakan bagian rumah, membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Sehari berselang, Rabu (3/12/2025), hujan lebat disertai angin kencang menghantam Kabupaten Pesisir Barat. Dua kecamatan dilaporkan terdampak banjir dan longsor, dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter di beberapa titik. Material tanah dan bebatuan menutup sejumlah akses jalan lintas, menghambat mobilitas serta distribusi bantuan ke permukiman warga.

Di Lampung Utara, warga Desa Bumi Agung, Kecamatan Abung Timur, kembali dikejutkan hujan badai yang merusak fasilitas umum dan rumah penduduk. Jaringan listrik di kawasan tersebut padam total sejak Rabu petang sekitar pukul 17.00 WIB, sehingga warga harus menghadapi situasi darurat dalam kondisi gelap gulita.

Di Kabupaten Tanggamus, banjir melanda Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, sekitar pukul 15.30 WIB. Luapan air Sungai Kali Bego tidak lagi tertahan setelah tanggul penahan jebol akibat tingginya debit air.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menjelaskan, genangan air meluas hingga ke permukiman warga di beberapa rukun tetangga. Tiga RT, yakni RT 10, RT 14, dan RT 16, terendam banjir dengan ketinggian air mulai dari lutut hingga pinggang orang dewasa. Dua RT lain, RT 8 dan RT 9, juga terdampak meski dengan ketinggian air yang lebih rendah.

“Perkiraan kami sekitar 350 rumah terendam banjir pada sore hari itu. Kami bersama perangkat kelurahan dan RT langsung membantu evakuasi warga, terutama anak-anak dan lansia, ke lokasi yang lebih aman,” ujar Rahmad.

Meski tidak ada laporan korban jiwa, banjir ini memicu kerugian materiil yang diperkirakan cukup besar. Banyak perabot rumah tangga, barang-barang elektronik, serta kebutuhan rumah tangga lain terendam air sebelum warga sempat menyelamatkan harta bendanya.

Rahmad menambahkan, air mulai berangsur surut sekitar pukul 17.30 WIB setelah hujan reda. Aparat setempat kemudian fokus melakukan pembersihan dan memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan dasar seperti makanan siap saji dan layanan kesehatan.

“Air surut menjelang petang, tetapi kami tetap siaga karena cuaca masih tidak menentu. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan agar perbaikan tanggul bisa diprioritaskan untuk mencegah banjir susulan,” kata dia.

Pihak kepolisian bersama BPBD dan pemerintah daerah juga mengerahkan tenaga kesehatan dari puskesmas untuk memantau kondisi warga, mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir seperti diare, infeksi kulit, maupun ISPA.

“Tim kesehatan puskesmas sudah kami minta memonitor warga terdampak, terutama kelompok rentan. Kami ingin memastikan mereka tetap mendapat layanan medis meskipun kondisi lingkungan masih berantakan,” tutup Rahmad.

Berita Terkait