12 December 2025, 19:01

Laba WIFI Melonjak 71% sampai Rp260 M, Harga Saham Malah Terkapar ke ARB

Emiten teknologi yang kerap dikaitkan dengan Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), membukukan lonjakan kinerja laba hingga dua digit

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,390
Laba WIFI Melonjak 71% sampai Rp260 M, Harga Saham Malah Terkapar ke ARB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Perspektif.co.id - Emiten teknologi yang kerap dikaitkan dengan Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), membukukan lonjakan kinerja laba hingga dua digit sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Namun, di saat laba bersih terbang 71 persen, harga saham perusahaan justru anjlok menyentuh batas auto reject bawah (ARB) pada akhir perdagangan hari ini.

Dalam laporan keuangan yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per kuartal III 2025 tercatat sebesar Rp260,09 miliar. Angka ini melonjak dibandingkan periode yang sama 2024 yang sebesar Rp152,07 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang lonjakan pendapatan bersih hingga lebih dari dua kali lipat. Hingga akhir September 2025, WIFI mencatat pendapatan sebesar Rp1,01 triliun, naik tajam dibandingkan perolehan pada kuartal III 2024 yang hanya sekitar Rp504,9 miliar. Setelah beban pokok penjualan dikurangkan, laba bruto terkerek menjadi Rp689,4 miliar, jauh di atas posisi tahun lalu yang sebesar Rp307,5 miliar.

“Peningkatan pendapatan bersih yang signifikan mendorong laba kotor dan laba usaha naik berlipat dibanding tahun sebelumnya,” tertulis dalam keterbukaan informasi perseroan yang dirangkum dari laporan keuangan kuartal III 2025.

Setelah memperhitungkan beban umum dan administrasi serta penghasilan lain-lain bersih, laba usaha WIFI tercatat melonjak menjadi Rp574,2 miliar. Nilai ini lebih dari dua kali lipat posisi kuartal III 2024 yang berada di kisaran Rp252,7 miliar.

Di sisi lain, setelah dikurangi beban dan penghasilan keuangan, perseroan membukukan laba sebelum pajak sekitar Rp409,8 miliar, naik tajam dari Rp179,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp79,7 miliar, laba bersih periode berjalan WIFI tercatat mencapai Rp330,2 miliar. Dari jumlah itu, Rp260,09 miliar diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Ekspansi bisnis dan penguatan neraca juga tercermin dari lonjakan nilai aset. Total aset WIFI hingga kuartal III 2025 meroket menjadi sekitar Rp12,5 triliun, jauh lebih besar dibanding posisi akhir 2024 yang masih berada di kisaran Rp2,9 triliun.

Namun, euforia kinerja keuangan belum tercermin di lantai bursa. Saham WIFI justru tertekan dan ditutup ambles hingga menyentuh batas auto reject bawah. Pada akhir sesi perdagangan hari ini, harga saham WIFI parkir di level Rp3.620 per saham, turun 14,82 persen dibanding penutupan sebelumnya.

Anjloknya harga saham di tengah lonjakan laba memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar, mulai dari isu profit taking, kekhawatiran valuasi, hingga spekulasi terkait dinamika aksi korporasi ke depan. Meski demikian, manajemen sejauh ini belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai penyebab tekanan tajam pada pergerakan saham perseroan.

WIFI, emiten yang bergerak di segmen solusi digital dan infrastruktur jaringan, akan terus diawasi investor mengingat kombinasi pertumbuhan aset, lonjakan pendapatan, dan volatilitas harga saham yang lebar di tengah sentimen pasar yang berubah cepat.

Berita Terkait