28 November 2025, 05:36

Laba inti perusahaan naik 80,5 persen, CDIA Diklaim Berpotensi Jadi Top Gainers IHSG 2026

Kinerja CDIA meroket dengan pertumbuhan laba dan segmen logistik yang eksplosif. Namun analis menilai ekspansi 2026 berpotensi menambah tekanan capex dan risiko

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
5,952
Laba inti perusahaan naik 80,5 persen, CDIA Diklaim Berpotensi Jadi Top Gainers IHSG 2026
Saham Chandra Daya Investasi (CDIA) melonjak pasca-IPO.

Perspektif.co.id - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) kembali mencuri perhatian pasar setelah kinerja sepanjang sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan lonjakan yang sangat agresif. 

Data riset Henan Putihrai Sekuritas (HP) menempatkan CDIA sebagai calon motor baru sektor infrastruktur-logistik berkat fundamental yang makin solid.

Laba inti perusahaan naik 80,5 persen secara tahunan menjadi USD38,1 juta, atau sudah mencapai 76,3 persen dari target tahun penuh 2025. Pendapatan pun tumbuh 42 persen YoY dari USD73,8 juta menjadi USD104,8 juta. 

Pendorong terbesar adalah divisi logistik yang melejit 1.234 persen dari USD1,8 juta menjadi USD24,7 juta dan kini menyumbang 23,5 persen terhadap total pendapatan indikasi kuat bahwa CDIA sedang menggeser fokusnya ke segmen ber-margin lebih tinggi.

Di sisi ekspansi, strategi agresif perusahaan sudah terlihat. CDIA memperkenalkan bisnis cold chain melalui PT Chandra Cold Chain (CCC) yang memiliki kapasitas 700 pallet, menambah kapal, memperluas armada truk, dan mengembangkan layanan transportasi terintegrasi. 

Neraca perusahaan pun dalam kondisi sangat sehat, dengan DER hanya 0,26 kali dan current ratio mencapai 13,68 kali memberikan ruang lebar bagi ekspansi lanjutan. Tidak mengherankan jika HP mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp2.430 atau potensi kenaikan 34 persen.

Namun analis mengingatkan bahwa pertumbuhan logistik yang melonjak 1.234 persen masih berasal dari basis kecil, sehingga belum menjamin tren stabil untuk jangka panjang. 

Ekspansi cold chain dan penambahan armada diperkirakan akan mengerek capex dan biaya operasional secara signifikan pada 2026. Utilisasi aset, tarif logistik, serta persaingan pasar menjadi risiko utama yang harus dipantau investor.

Secara teknikal, tren menengah CDIA masih bullish. Seluruh moving average dari MA5 hingga MA200 berada di bawah harga pasar, menunjukkan struktur naik yang stabil. Tetapi indikator momentum mulai melemah: RSI berada di level netral 54, Stochastic memberi sinyal jual, MACD masih negatif, dan Ultimate Oscillator menunjukkan penurunan minat beli.

Kondisi ini menandakan CDIA memasuki fase cooling down jangka pendek. Harga bergerak di area pivot 1.836, dengan support 1.803–1.787 dan resistance 1.853–1.887. Selama harga bertahan di atas pivot, tren naik tetap dominan, namun tekanan momentum membuat kenaikan kemungkinan tidak seagresif beberapa pekan sebelumnya.

Pasar saat ini cenderung menunggu katalis baru baik dari update ekspansi logistik maupun aliran dana institusi sebelum membawa harga menuju target analis. Secara garis besar, saham CDIA memang menunjukkan fundamental yang kuat, tetapi performa teknikalnya mengisyaratkan langkah yang lebih hati-hati.

Bagi investor lama, CDIA tetap menarik sebagai saham pertumbuhan dengan prospek jangka panjang yang cerah. Namun bagi investor yang baru masuk, disiplin memilih titik beli dan mengamati level support menjadi kunci penting, mengingat tidak semua kenaikan laba langsung tercermin dalam pergerakan harga saham.***

Berita Terkait