Perspektif.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tergelincir pada perdagangan Selasa, 25 November 2025. Indeks melemah 0,56 persen dan ditutup di level 8.521, di tengah meningkatnya tekanan jual yang membuat IHSG sempat menguji area support pentingnya.
Tim analis MNC Sekuritas menilai pelemahan tersebut masih berada dalam struktur teknikal wave (iii) dari wave [iii]. Artinya, secara teknikal IHSG masih berpeluang rebound dan menguat dalam waktu dekat.
MNC Sekuritas memperkirakan indeks dapat kembali menuju rentang 8.600–8.662, selama tidak menembus area support 8.491–8.341. Sementara itu, resistance jangka pendek berada pada level 8.578–8.616.
Di tengah pergerakan indeks yang cenderung fluktuatif, analis merekomendasikan empat saham yang dinilai berpotensi melanjutkan penguatan. Berikut detailnya:
1. AGII – Spec Buy
AGII naik 1,46% ke level 1.390 disertai peningkatan volume beli. Secara teknikal, saham ini berada pada fase wave [iii] dari wave C dan berpotensi melanjutkan tren naik.
Spec Buy: 1.350–1.375
Target Price: 1.470–1.600
Stoploss: < 1.330
2. ICBP – Buy on Weakness
ICBP menguat 2,69% ke 8.575 dan mampu menembus MA20, menunjukkan momentum positif. Analis menilai ICBP berada di awal wave A dari wave (B).
Buy on Weakness: 8.350–8.500
Target Price: 8.875–9.300
Stoploss: < 8.325
3. MBMA – Buy on Weakness
MBMA melonjak 6,36% ke 585 dengan volume pembelian kuat, meski kenaikannya masih tertahan MA60. Saat ini MBMA diperkirakan berada di awal wave (b) dari wave [b].
Buy on Weakness: 550–565
Target Price: 620–645
Stoploss: < 540
4. SSIA – Buy on Weakness
SSIA menguat 4,09% ke 1.780 dan mencatat peningkatan volume beli. Namun, kenaikan ini belum berhasil melewati MA60. Analis memperkirakan SSIA berada di awal wave (C) dari wave [B].
Buy on Weakness: 1.720–1.775
Target Price: 1.910–2.170
Stoploss: < 1.700
Meskipun IHSG sempat melemah, struktur teknikal menunjukkan peluang rebound masih terbuka. Investor yang ingin memanfaatkan volatilitas pasar hari ini dapat mempertimbangkan empat saham rekomendasi MNC Sekuritas di atas, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan disiplin pada level stoploss.***