20 February 2026, 15:55

Kapal Pesiar Tujuan Singapura Terbakar, ABK WNI Tewas—271 Penumpang Dievakuasi, 4 Masuk RS

Kebakaran melanda kapal pesiar World Legacy yang sedang dalam perjalanan menuju Singapura pada Jumat (20/2/2026) dini hari waktu setempat.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
918
Kapal Pesiar Tujuan Singapura Terbakar, ABK WNI Tewas—271 Penumpang Dievakuasi, 4 Masuk RS
Ilustrasi kebakaran (Foto: Rawpixel/Freepik)

Perspektif.co.id - Kebakaran melanda kapal pesiar World Legacy yang sedang dalam perjalanan menuju Singapura pada Jumat (20/2/2026) dini hari waktu setempat. Insiden itu menewaskan satu anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia, sementara ratusan penumpang dievakuasi dari kapal. Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (Maritime and Port Authority/MPA) menyatakan api kini sudah dipadamkan, dan penyebab kebakaran masih diselidiki. 

MPA menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 dan berdasarkan pemeriksaan awal, sumber api berada di area lounge di dek sembilan. Dalam pembaruan keterangan, MPA menyampaikan kebakaran telah ditangani dan dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran laut Singapore Civil Defence Force (SCDF). “The cause of the fire is under investigation,” tulis MPA dalam keterangan yang dikutip media setempat.

Korban meninggal merupakan salah satu dari 388 kru yang berada di kapal. MPA menyatakan jenazah kru yang wafat sudah dipindahkan ke darat. “The deceased crew member was transferred ashore,” kata MPA, seraya menambahkan pihak-pihak terkait menangani tindak lanjut dan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura telah diinformasikan.

Dari sisi penumpang, seluruh 271 orang yang berada di kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat, termasuk 139 warga Singapura. Meski tidak ada laporan cedera massal, empat penumpang dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan penilaian medis lanjutan. Informasi jumlah penumpang ini sempat berubah karena data awal masih bersifat sementara, sebelum akhirnya diperbarui oleh MPA. 

Kapal berbendera Liberia tersebut saat ini berada dalam kondisi stabil dan berlabuh di Raffles Reserved Anchorage, area labuh yang berada di sekitar perairan dekat Pulau Semakau dan Pulau Senang. Pada fase penanganan, MPA mengerahkan kapal patroli, didukung Police Coast Guard serta unsur SCDF untuk penanganan di lokasi. MPA juga menyebut telah membentuk zona keselamatan dan mengeluarkan peringatan navigasi agar kapal lain menjauh dari area sekitar World Legacy selama proses penanganan berlangsung. 

Dalam pembaruan lain, proses evakuasi dilakukan bertahap hingga penumpang dapat diturunkan di HarbourFront Ferry Terminal. Sejumlah penumpang yang memerlukan pertolongan medis ditangani paramedis sebelum empat orang dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Otoritas juga menyebut akan ada surveyor classification society yang naik ke kapal untuk menilai tingkat kerusakan serta kebutuhan perbaikan sebelum kapal dapat kembali beroperasi. 

Operator World Legacy, yang dipasarkan di bawah merek World Cruises, pada awalnya belum memberikan keterangan rinci mengenai kronologi. Namun dalam respons kepada media, perwakilan pihak terkait menyatakan kooperatif terhadap proses penanganan dan investigasi. “Passenger and crew safety is our top priority,” ujar seorang juru bicara, sembari menegaskan pembaruan informasi akan disampaikan bila tersedia. 

Sebagai konteks, World Legacy dikenal mengusung model perjalanan “fleksibel” yang memungkinkan penumpang memilih paket day cruise atau menginap lebih lama, dengan akses naik kapal melalui layanan feri dari Singapura maupun Malaysia. Skema ini membuat kapal beroperasi seperti destinasi wisata terapung—penumpang naik melalui rute feri tertentu, menikmati fasilitas di atas kapal, lalu kembali sesuai jadwal paket yang dipilih. 

Berita Terkait