08 March 2026, 17:59

Israel Gempur Depot Minyak Iran, ‘Sungai’ Api Menjalar di Teheran dan Korban Mulai Berjatuhan

Serangan Israel ke fasilitas penyimpanan bahan bakar Iran memicu kebakaran besar di Teheran dan memperlihatkan eskalasi baru yang semakin berbahaya

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,693
Israel Gempur Depot Minyak Iran, ‘Sungai’ Api Menjalar di Teheran dan Korban Mulai Berjatuhan
Israel bom kilang minyak di Iran. / Doc : istimewa

Perspektif.co.id - Serangan Israel ke fasilitas penyimpanan bahan bakar Iran memicu kebakaran besar di Teheran dan memperlihatkan eskalasi baru yang semakin berbahaya dalam konflik kawasan. Setelah depot minyak dihantam, tumpahan bahan bakar dilaporkan merembes ke sistem pembuangan limbah dan memantik kobaran panjang yang terlihat seperti “sungai api” di sejumlah titik ibu kota Iran. Rekaman visual yang beredar memperlihatkan nyala api memanjang di sisi jalan, sementara asap hitam membubung tebal di langit Teheran. 

Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, ketika serangan menghantam depot minyak dan memicu ledakan besar. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api sangat besar dari fasilitas energi yang terbakar. Laporan media internasional juga menyebut rekaman yang beredar telah diverifikasi, memperkuat indikasi bahwa serangan memang mengenai instalasi bahan bakar di sekitar Teheran. 

Sumber resmi Iran menyatakan sedikitnya tiga depot penyimpanan minyak menjadi sasaran serangan. Salah satu lokasi yang disebut terdampak berada di Kota Karaj, Provinsi Alborz, di sebelah barat Teheran. Serangan ke infrastruktur energi ini memperbesar tekanan terhadap sistem distribusi bahan bakar Iran, meski otoritas setempat berupaya menenangkan publik bahwa pasokan energi tetap berada dalam kendali. 

Di tengah kebakaran yang masih membesar, tim pemadam kebakaran dan petugas darurat dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area lain. Kepulan asap dari fasilitas yang terbakar bahkan memicu kekhawatiran baru terkait kualitas udara dan risiko lanjutan bagi warga di sekitar lokasi. Situasi ini menandakan bahwa dampak serangan tidak berhenti pada ledakan awal, tetapi juga menjalar ke ancaman keselamatan publik yang lebih luas di jantung ibu kota Iran. 

Korban jiwa mulai dilaporkan dalam insiden ini. Kantor berita Fars, seperti dikutip dalam laporan media, menyebut sedikitnya empat pengemudi truk tangki tewas akibat serangan tersebut. Angka itu menunjukkan bahwa sasaran terhadap fasilitas bahan bakar bukan hanya menimbulkan kerusakan material, tetapi juga telah merenggut nyawa di lapangan.

Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan insiden itu tidak akan memicu kelangkaan bahan bakar maupun gangguan energi nasional. Otoritas Iran menyatakan mereka telah mengantisipasi kemungkinan serangan semacam ini dan menyiapkan langkah penanganan agar distribusi tetap berjalan. Di sisi lain, laporan media internasional menunjukkan pembatasan baru mulai muncul di Teheran, termasuk pengurangan kuota pembelian bahan bakar bersubsidi bagi pengendara, sebuah tanda bahwa tekanan terhadap rantai pasok energi mulai dirasakan di lapangan. 

Dari sisi kronologi, serangan ke depot minyak ini menandai perluasan target Israel dari sekadar sasaran militer dan strategis ke fasilitas sipil-industrial yang memiliki arti penting bagi aktivitas harian warga. AP melaporkan serangan Israel ke fasilitas minyak di Teheran menjadi salah satu eskalasi paling menonjol dalam perkembangan konflik terbaru, bersamaan dengan serangan lain di kawasan dan ancaman pembalasan yang terus berkembang. 

Gambaran paling dramatis dari serangan itu datang dari rekaman yang menunjukkan nyala api memanjang mengikuti aliran bahan bakar yang masuk ke saluran pembuangan. Fenomena yang kemudian disebut sebagai “sungai api” itu memperlihatkan bagaimana serangan ke depot bahan bakar bisa menciptakan efek berantai yang sangat berbahaya, bukan hanya di titik ledakan, tetapi juga di area yang terhubung dengan sistem limbah dan drainase kota. Dalam konteks kota besar seperti Teheran, kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran menyebar ke jalur-jalur tak terduga.

Di tengah meningkatnya perhatian publik internasional, otoritas Iran mencoba meredam kepanikan dengan menegaskan pasokan energi masih aman. Namun, fakta bahwa kebakaran meluas, korban jiwa mulai tercatat, dan kebijakan pembatasan bahan bakar mulai diterapkan memperlihatkan bahwa serangan tersebut telah menimbulkan tekanan nyata terhadap sektor energi Iran. Ini membuat dampak serangan tidak lagi semata simbolik, melainkan berpotensi menyentuh kehidupan ekonomi dan sosial warga secara langsung. 

Berita Terkait