19 November 2025, 05:58

Hanya 50 Orang di Dunia! Ini Fakta Menarik Tentang Golden Blood

Golongan darah Rh-null atau “golden blood” hanya dimiliki kurang dari 50 orang di dunia. Ilmuwan kini berupaya menciptakannya di laboratorium.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
2,737
Hanya 50 Orang di Dunia! Ini Fakta Menarik Tentang Golden Blood
Donor Darah. (halodoc)

Perspektif.co.id - Golongan darah langka kembali menjadi sorotan setelah para peneliti internasional melaporkan upaya baru untuk mengembangkan Rh-null atau yang dikenal sebagai golden blood, salah satu golongan darah paling langka yang pernah tercatat. Di seluruh dunia, jumlah pemilik Rh-null diperkirakan tidak mencapai 50 orang, menjadikannya fenomena medis yang sangat unik sekaligus krusial dalam dunia transfusi darah modern.

Rh-null merupakan golongan darah yang sama sekali tidak memiliki antigen Rh di permukaan sel darah merah. Kondisi ini terjadi akibat mutasi genetik sangat langka sehingga membuatnya berbeda dari seluruh tipe darah lainnya. Antigen Rh inilah yang biasanya menentukan apakah seseorang memiliki rhesus positif atau negatif.

Ketiadaan antigen ini membuat Rh-null menjadi donor universal dalam sistem Rh karena darah tersebut dapat diterima oleh hampir semua orang tanpa memicu reaksi imun terkait antigen Rh. Namun pemilik Rh-null sendiri hanya dapat menerima darah dari sesama Rh-null, membuat transfusinya sangat berisiko dan sulit dilakukan.

Menurut laporan NDTV, sistem kekebalan tubuh akan membentuk antibodi sangat kuat apabila pemilik Rh-null menerima darah dengan antigen Rh apa pun, sehingga transfusi berikutnya bisa sangat berbahaya.

Profesor Ash Toye dari University of Bristol menjelaskan bahwa sebutan golden blood bukan berarti darah ini lebih “baik”, tetapi karena nilai medisnya yang sangat tinggi akibat kelangkaannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan mulai berupaya mengembangkan Rh-null di laboratorium. Teknologi CRISPR-Cas9 pernah digunakan untuk menghilangkan antigen Rh dari sel darah merah biasa, memberikan harapan bahwa Rh-null buatan dapat diproduksi tanpa harus bergantung pada donor manusia.

Saat ini, tim peneliti di Inggris tengah menjalankan studi RESTORE, penelitian pertama yang menguji efektivitas sel darah merah hasil kultur laboratorium ketika ditransfusikan ke manusia. Sel darah ini berasal dari sel punca yang direkayasa, bukan diambil langsung dari tubuh manusia.

Jika metode ini berhasil, produksi Rh-null buatan dapat menjadi terobosan besar, terutama bagi pasien dengan golongan darah ultra langka yang selama ini sulit mendapatkan donor.

Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa pendonor manusia tetap menjadi sumber utama dalam waktu dekat karena proses produksi darah laboratorium masih rumit, mahal, dan belum bisa dilakukan secara massal.

Rh-null mungkin hanya dimiliki oleh sedikit orang di dunia, tetapi dampaknya bagi dunia medis jauh lebih luas. Teknologi penciptaan darah langka berpotensi mengubah masa depan transfusi darah, terutama bagi pasien dengan kebutuhan khusus yang selama ini bergantung pada persediaan terbatas dari pendonor langka.***

Berita Terkait