10 January 2026, 20:01

Garda Revolusi Iran Ingatkan Garis Merah Keamanan, Aksi Demo Memanas.

Demo besar yang mengguncang Iran memasuki babak yang kian tegang setelah Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC)

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
1,507
Garda Revolusi Iran Ingatkan Garis Merah Keamanan, Aksi Demo Memanas.
Pasukan Garda Revolusi Iran (Foto: dok. AFP)

Perspektif.co.id - Demo besar yang mengguncang Iran memasuki babak yang kian tegang setelah Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) memperingatkan bahwa urusan keamanan adalah “garis merah”, sementara militer Iran menyatakan siap melindungi kepentingan nasional serta properti publik. Pernyataan keras itu muncul di tengah gelombang unjuk rasa yang meluas di sejumlah kota besar, disertai laporan kerusuhan dan korban jiwa.

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, IRGC menuding ada kelompok “teroris” yang menargetkan pangkalan militer dan aparat penegak hukum dalam dua malam terakhir. IRGC menyebut situasi yang berlarut-larut sebagai hal yang “tidak dapat diterima”, seraya menegaskan keamanan negara merupakan batas yang tidak boleh dilampaui. 

Militer Iran—yang terpisah dari IRGC namun berada dalam struktur komando negara—juga menyampaikan komitmen untuk “melindungi dan menjaga” kepentingan nasional, infrastruktur strategis, dan aset publik. Sikap itu dipandang sebagai sinyal bahwa negara akan menaikkan intensitas respons keamanan di tengah protes yang belum mereda. 

Rangkaian aksi protes disebut telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. Gelombang demonstrasi bermula dari kemarahan publik atas kenaikan biaya hidup dan inflasi, namun berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas. Pemerintah Iran menuding pihak luar sebagai aktor yang memicu kerusuhan, sementara kelompok-kelompok hak asasi melaporkan adanya korban di pihak demonstran maupun aparat.

Situasi di lapangan dilaporkan memanas semalaman. Media pemerintah Iran melaporkan sebuah gedung pemerintah kota di Karaj, sebelah barat Teheran, terbakar dan menyalahkan “perusuh” atas insiden tersebut. Pada saat yang sama, televisi pemerintah juga menayangkan prosesi pemakaman personel pasukan keamanan yang diklaim tewas dalam rangkaian protes di sejumlah kota, termasuk Shiraz, Qom, dan Hamedan. 

Dinamika protes juga mendapat sorotan dari Amerika Serikat. Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump dikabarkan mengeluarkan peringatan kepada para pemimpin Iran, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan dukungan kepada demonstran. “Amerika Serikat mendukung rakyat Iran yang berani,” kata Rubio, sebagaimana dikutip laporan media internasional. 

Di tengah meningkatnya tensi, laporan lain menyebut adanya penguatan kehadiran aparat. Seorang saksi di wilayah barat Iran, yang dihubungi melalui telepon dan menolak disebutkan identitasnya demi alasan keselamatan, menyatakan IRGC dikerahkan dan terdengar tembakan di area sekitar.

Seiring pernyataan “garis merah” dari IRGC, pemerintah Iran juga menghadapi tekanan untuk memulihkan stabilitas, termasuk menjaga fasilitas publik dan aktivitas ekonomi. Namun langkah keras aparat berisiko memantik gelombang kemarahan baru, terlebih ketika isu kenaikan harga dan beban hidup tetap menjadi pemicu utama di lapangan.

Sementara itu, situasi keamanan yang tidak menentu membuat sejumlah negara mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warganya terkait Iran. 

Berita Terkait