27 November 2025, 17:06

DLH Tangsel Dorong Larangan Kantong Plastik Diaktifkan Lagi, Bank Sampah Didorong, PLTSa Siap Jalan!

Peran warga dalam memilah dan mendaur ulang menjadi kunci pengurangan sampah sekaligus penguatan ekonomi sirkular.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Deden M Rojani
2,384
DLH Tangsel Dorong Larangan Kantong Plastik Diaktifkan Lagi, Bank Sampah Didorong, PLTSa Siap Jalan!
Doc: Istimewa

TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id — Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mempertegas agenda besar pengelolaan lingkungan: menekan timbunan sampah, memperkecil risiko banjir, sekaligus mendorong tata kota yang lebih berkelanjutan. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menekankan, tantangan kota urban hanya bisa diatasi lewat kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan warga.

Dalam wawancara, Benyamin menilai persoalan sampah masih menjadi pekerjaan mendasar yang perlu dikelola dari hulu ke hilir—mulai dari rumah tangga, RT/RW, hingga komunitas. 

“Yang lain yang terlalu banyak itu masyarakat. Perlu partisipasi masyarakat untuk mengolah sampah,” ujarnya. 

Ia menambahkan, peran warga dalam memilah dan mendaur ulang menjadi kunci pengurangan sampah sekaligus penguatan ekonomi sirkular.

DLH memperluas jaringan bank sampah di kelurahan-kelurahan sebagai pusat edukasi dan nilai tambah ekonomi. 

“Bank sampah harus terus kita berikan insentif. Sampah yang memiliki nilai tambah, yang bisa di-reuse, harus kita dorong untuk dikelola menjadi produk bernilai,” kata Benyamin. 

Pemerintah sebelumnya telah menyalurkan timbangan, alat pemilah, hingga laptop untuk operasional, dan akan melanjutkan dukungan agar bank sampah tumbuh sebagai simpul pemberdayaan warga.

Kebijakan pengurangan plastik sekali pakai juga dipacu ulang. “Larangan penggunaan kantong plastik harus kita aktifkan kembali. Dulu sudah ada regulasinya, tapi belum efektif. Ke depan akan kita perketat pengawasannya,” tegas Benyamin. 

Di saat bersamaan, fasilitas TPST 3R diperkuat untuk mengolah sampah skala kawasan secara berkelanjutan.

Pada isu banjir, Pemkot menggariskan program penataan kawasan rawan banjir hingga 2026. “Pembuatan long storage, penataan rembesan, perbaikan bibir sungai, dan program lain akan terus kita lakukan,” katanya. Antisipasi curah hujan ekstrem dibarengi penataan drainase, penambahan kapasitas tampungan air, serta keterlibatan warga menjaga kebersihan saluran.

Di sektor transportasi dan tata ruang, rekayasa lalu lintas di ruas-ruas macet menjadi prioritas. “Kita akan mencoba membuat sistem satu arah di sejumlah ruas yang menimbulkan kemacetan panjang. Penataan simpang sebidang maupun tidak sebidang akan kita lakukan,” ucap Benyamin. 

Berdasarkan kajian teknis, solusi paling efektif saat ini adalah penataan simpang dan skema satu arah pada jam tertentu, sembari DLH memperluas ruang terbuka hijau dan mendorong transportasi berkelanjutan. Penambahan armada bus sekolah juga dilanjutkan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar.

Untuk kebutuhan jangka panjang, Tangsel menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai proyek strategis nasional. Proses administrasi saat ini bergulir di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

“Yang kita harapkan adalah proses yang sudah kita tempuh lewat Perpres 35/2018 bisa berlanjut ke Perpres 109/2025. Konsorsium pemenang lelang sudah siap,” ujar Benyamin. 

Lokasi PLTSa dinilai ideal karena dekat sumber air pendingin turbin dan bersebelahan dengan gardu listrik, sehingga efisiensi operasional dapat dioptimalkan. 

“Tangsel sudah sangat siap dari sisi fisik. Tinggal menunggu kelengkapan administrasi,” ujarnya.

Benyamin menegaskan pembangunan lingkungan mesti beriringan dengan layanan dasar warga. 

“Di pendidikan, kita ingin menaikkan angka harapan lama sekolah masyarakat. Di kesehatan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat harus terus didorong,” katanya. 

Menurutnya, pembangunan kota bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas manusia dan ekosistem yang sehat.

Berita Terkait