JAWA BARAT, Perspektif.co.id Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi perbincangan hangat di media sosial usai merespons curhatan seorang waria yang mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan. Momen ini terekam dalam unggahan video di akun TikTok @anggunwharia yang menyampaikan keluhannya langsung kepada sang gubernur.
Dalam video tersebut, pemilik akun mengungkapkan realitas pahit yang dihadapi kelompok waria dalam mencari nafkah, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya.
“Kalau kita gak kerja kayak gini, makan dari mana, Pak Deddy? Jangan nyudutin kita terus, waria, bencong, jangan disalahin,” ujar pemilik akun @anggunwharia dengan nada emosional.
Menanggapi curhatan tersebut, Dedi Mulyadi memberikan jawaban tak terduga. Ia mengajak pemilik akun untuk memanfaatkan aplikasi Nyari Gawe, platform yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membuka akses lowongan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok marjinal.
Namun, yang mengejutkan publik adalah tawaran Dedi kepada sang waria untuk bergabung menjadi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Mau nggak jadi Satpol PP? Aku tunggu loh jawabannya,” ujar Dedi dalam unggahan video TikTok miliknya, dikutip Selasa (21/10/2025).
Respons Dedi Mulyadi di Tengah Isu Kesetaraan Akses Kerja
Tawaran tersebut memicu beragam respons dari netizen. Sebagian memuji Dedi Mulyadi yang dinilai memiliki pendekatan inklusif dan terbuka dalam mengatasi persoalan sosial, terutama diskriminasi dalam dunia kerja.
“Siapa yang suka menyalahkan dirimu? Aku mah tidak pernah ya. Kita selalu berusaha menyiapkan lapangan kerja. Kamu mau ngelamar di mana? Kalau pabrik susah, kita cari cara lain,” imbuh Dedi dalam videonya.
Aksi Dedi ini dinilai sebagai langkah simbolik yang menggambarkan komitmen Pemprov Jabar dalam memberikan kesempatan yang setara, tak terkecuali kepada kelompok minoritas gender.
Di tengah sorotan publik atas tingginya angka pengangguran dan diskriminasi kerja terhadap komunitas LGBT, pendekatan personal dan empatik seperti ini dianggap perlu diperluas.
Upaya Pemprov Jabar Tekan Pengangguran Lewat Aplikasi "Nyari Gawe"
Selain membuka peluang jadi anggota Satpol PP, Dedi juga mengarahkan pemilik akun untuk menggunakan aplikasi Nyari Gawe, inovasi digital dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bertujuan menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan.
Aplikasi ini tersedia secara gratis dan dapat diakses oleh semua kalangan, tanpa memandang latar belakang pendidikan, usia, maupun identitas gender.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat sebelumnya menyebutkan bahwa sejak diluncurkan, Nyari Gawe telah menjangkau lebih dari 120 ribu pengguna aktif dan menjembatani lebih dari 30 ribu lowongan pekerjaan di sektor formal dan informal.***