10 May 2026, 19:24

Banjir Rendam 4 Desa di Luwu, Puluhan Rumah Terendam dan Sawah Siap Panen Terancam Gagal

Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat (8/5/2026).

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
1,683
Banjir Rendam 4 Desa di Luwu, Puluhan Rumah Terendam dan Sawah Siap Panen Terancam Gagal
Ilustrasi. Banjir rendam empat desa di Luwu Sulsel. / Doc: istimewa

LUWU, Perspektif.co.id - Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat (8/5/2026). Akibatnya, empat desa di dua kecamatan terendam banjir, sementara puluhan rumah warga dan lahan pertanian siap panen mengalami kerusakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu mencatat sedikitnya 95 unit rumah warga terdampak banjir. Selain itu, sekitar 10 hektare sawah yang sudah memasuki masa panen ikut terendam air sehingga terancam gagal panen.

Tak hanya permukiman dan area pertanian, genangan air juga merendam akses Jalan Trans Sulawesi yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah di Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kondisi banjir hingga Sabtu masih belum menunjukkan tanda-tanda surut karena hujan masih terus mengguyur wilayah terdampak.

“Berdasarkan pemantauan hingga Sabtu, banjir masih belum surut dan hujan masih mengguyur wilayah terdampak,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Menurut Muhari, banjir dipicu intensitas hujan tinggi yang berlangsung selama dua hari terakhir. Genangan kemudian meluas hingga merendam sejumlah desa di Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan.

“Sebanyak empat desa di dua kecamatan terendam banjir, antara lain Desa Rante Belu dan Riwang di Kecamatan Larompong serta Desa Temboe dan Sampano di Kecamatan Larompong Selatan,” ungkapnya.

Dampak paling besar dirasakan warga yang tinggal di daerah rendah dan dekat area persawahan. Selain rumah yang terendam, lahan pertanian yang seharusnya memasuki masa panen kini rusak akibat genangan air yang cukup tinggi.

“Ada 10 hektar sawah siap panen terendam banjir bersama 95 rumah warga. BPBD bersama pemerintah setempat masih melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” lanjut Muhari.

Petugas BPBD bersama aparat pemerintah daerah kini terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak. Pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk bantuan bagi warga terdampak banjir.

Berita Terkait