21 November 2025, 20:52

Gunung Semeru Alami 45 Gempa Erupsi dalam 6 Jam, PVMBG Tegaskan Status Awas

Gunung Semeru mencatat 45 gempa erupsi dalam 6 jam pada Jumat pagi. PVMBG mempertahankan status Level IV Awas dan keluarkan larangan aktivitas.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,627
Gunung Semeru Alami 45 Gempa Erupsi dalam 6 Jam, PVMBG Tegaskan Status Awas
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru terpantau dari Pos Pengamatan di Lumajang, Jawa Timur. / Doc: istimewa

Perspektif.co.id - Gunung Semeru di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mencatat aktivitas erupsi intens dengan total 45 gempa letusan dalam rentang waktu enam jam pada Jumat pukul 00.00–06.00 WIB. Data kegempaan menunjukkan amplitudo letusan berkisar antara 10 hingga 22 milimeter dengan durasi 58 hingga 184 detik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Rudra Wibowo, menyampaikan bahwa aktivitas vulkanik ini masih disertai gempa guguran sebanyak enam kali dan gempa hembusan delapan kali dengan amplitudo 2 hingga 4 milimeter. Selain itu, terekam pula lima gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4 hingga 8 milimeter serta durasi 25 hingga 53 detik. 

“Kegiatan vulkanik Semeru masih tinggi, dengan puluhan gempa letusan dalam pengamatan dini hari,” ujar Rudra Wibowo.

Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, status Gunung Semeru tetap berada pada Level IV atau Awas. PVMBG mengimbau masyarakat untuk menghindari sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 kilometer dari puncak. Di luar zona tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepian sungai di sepanjang aliran karena potensi perluasan awan panas serta aliran lahar.

Masyarakat turut dilarang beraktivitas dalam radius delapan kilometer dari kawah karena adanya risiko lontaran material pijar. PVMBG juga menekankan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sungai atau lembah berhulu Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang masih terhubung dengan jalur tersebut.

Otoritas kebencanaan mengimbau warga di sekitar kaki Semeru agar terus memantau informasi resmi dan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan di kawasan rawan erupsi.

Berita Terkait