08 March 2026, 21:15

Banjir Meningkat, Pemkot Tangsel Turunkan Tim Gabungan Evakuasi Warga di Sejumlah Titik Rawan

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menurunkan tim gabungan untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah pada Minggu, 8 Maret 2026

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
616
Banjir Meningkat, Pemkot Tangsel Turunkan Tim Gabungan Evakuasi Warga di Sejumlah Titik Rawan
Tangsel Turunkan Tim Evakuasi Banjir doc : istimewa

TANGSEL, Perspektif.co.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menurunkan tim gabungan untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah pada Minggu, 8 Maret 2026, setelah debit air meningkat dan merendam permukiman sejak dini hari. Langkah cepat ini dilakukan di beberapa titik terdampak, mulai dari kawasan Maharta, Pondok Kacang Prima, hingga Perumahan Pondok Safari di Jurangmangu Barat, seiring memburuknya genangan akibat curah hujan tinggi.

Evakuasi dilakukan ketika ketinggian air di sejumlah lingkungan permukiman mulai menyulitkan aktivitas warga dan membuat beberapa rumah tidak lagi aman untuk ditempati sementara waktu. Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah memprioritaskan penyelamatan warga yang paling rentan, termasuk lanjut usia, anak-anak, dan keluarga yang terdampak langsung oleh genangan.

Tim yang diterjunkan ke lapangan terdiri atas unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, TNI-Polri, serta relawan. Pelibatan lintas instansi ini menunjukkan bahwa penanganan banjir dilakukan secara terpadu untuk mempercepat proses evakuasi sekaligus menjamin keselamatan warga di lokasi terdampak.

Di lapangan, petugas bergerak dari satu titik ke titik lain untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan. Proses pemindahan dilakukan menggunakan perahu karet dan kendaraan operasional milik tim gabungan. Penggunaan sarana tersebut dinilai penting mengingat kondisi genangan di beberapa titik tidak memungkinkan evakuasi dilakukan dengan cara biasa.

Selain mengevakuasi warga, petugas juga membantu memindahkan barang-barang penting milik masyarakat agar tidak mengalami kerusakan lebih parah akibat terendam air. Langkah ini menjadi bagian dari upaya tanggap darurat yang tidak hanya berfokus pada keselamatan jiwa, tetapi juga pada perlindungan kebutuhan dasar dan aset penting warga selama bencana berlangsung.

Kepala BPBD Kota Tangerang Selatan, Sutang Suprianto, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel begitu menerima laporan adanya peningkatan debit air di sejumlah kawasan permukiman. Menurut dia, kecepatan respons menjadi faktor penting agar dampak banjir tidak semakin membesar, terutama bagi kelompok warga yang paling rentan.

“Begitu kami menerima laporan adanya peningkatan debit air dan genangan di sejumlah titik, tim BPBD bersama unsur gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan ini,” ujar Sutang Suprianto.

Pernyataan itu menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menyelamatkan warga dan memastikan mereka dapat segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Dalam situasi banjir, kecepatan penanganan menjadi sangat krusial karena kondisi debit air dapat berubah sewaktu-waktu, terutama bila hujan masih berlanjut di wilayah hulu maupun area sekitar.

Sutang menambahkan, pemantauan intensif terus dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan banjir untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya genangan. Pemerintah daerah menyiagakan personel agar dapat segera bergerak bila terjadi kenaikan debit air atau bila ada laporan baru dari masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi.

“Kami terus melakukan monitoring di beberapa wilayah yang rawan banjir. Personel juga disiagakan untuk merespons cepat apabila terjadi peningkatan debit air atau ada warga yang membutuhkan bantuan evakuasi,” katanya.

Warga yang berhasil dievakuasi untuk sementara diarahkan menuju lokasi yang lebih aman sambil menunggu kondisi genangan berangsur surut. Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa kebutuhan dasar warga terdampak tetap menjadi perhatian selama masa penanganan darurat berlangsung. Hal ini penting agar warga yang telah dipindahkan tetap mendapatkan perlindungan dan dukungan yang memadai.

Langkah evakuasi di Maharta, Pondok Kacang Prima, dan Perumahan Pondok Safari menunjukkan bahwa banjir yang melanda Tangsel tidak hanya membutuhkan penanganan teknis di lapangan, tetapi juga koordinasi antarlembaga yang cepat dan solid. Dalam kondisi darurat seperti ini, kehadiran tim gabungan menjadi elemen penting untuk menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah risiko yang lebih besar.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Warga diminta segera melapor kepada petugas setempat bila membutuhkan bantuan, khususnya jika terjadi peningkatan debit air secara mendadak atau ada anggota keluarga yang masuk kategori rentan dan memerlukan evakuasi lebih cepat.

Berita Terkait